Abdya akan Cetak 2.500 Ha Sawah

Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, menyatakan pada tahun depan Pemkab setempat akan

Abdya akan Cetak 2.500 Ha Sawah
SERAMBI/HERIANTO
ASSISTEN II, Taqwallah, foto bersama Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, Kadis Pertanian dan Perkebunan, A Hanan, perwakilan dari Kodam IM, Direktur Pertanian, seusai pembukaan Rakor Upaya Khusus Tanaman Padi, Jagung, dan Kedelai, di Gedung Amel, Banda Aceh, Selasa (13/11). 

* Untuk Dibagikan ke Masyarakat Miskin

BANDA ACEH - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, menyatakan pada tahun depan Pemkab setempat akan mencetak 2.500 hektare (Ha) sawah baru untuk dibagikan gratis kepada masyarakat miskin.

Akmal menyampaikan hal ini saat diberi kesempatan berbagi pengalaman dalam Rapat Koordinasi Upaya Khusus Tanaman Padi, Jagung, dan Kedelai. Acara dilaksanakan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh ini di Gedung Amel, Banda Aceh, Selasa (13/11). “Sawah itu nantinya juga sebagai lahan sentra pembibitan padi unggul nasional yang produksinya akan dijual untuk stok nasional,” kata Akmal.

Akmal berbicara dalam rakor ini untuk memotivasi para kepala daerah lainnya tentang pengalamannya mendongkrak perekonomian warga melalui sektor pertanian sesuai pengalamannya pada periode pertama menjabat Bupati Abdya (2007-2012). Dalam lima tahun itu, ia berhasil menurunkan penduduk miskin di Abdya 10,12% dari sebelumnya 23% melalui program pembangunan pertanian. Hal ini sesuai data BPS Aceh.

“Salah satu cara kami ketika itu, menyewakan peralatan mesin-mesin pertanian pengolah tanah, mesin tanam, dan mesin potong padi dengan tarif separuh dari harga sewa milik Pemerintah Provinsi dan Pusat. Misalnya traktor milik UPTD Dinas Pertanian Aceh, tarif sewanya Rp 1,2 juta per hektare, tetapi traktor milik Pemkab Abdya, hanya Rp 600 ribu per hektare,” sebutnya.

Sehingga dengan demikian, tarif upah dari petani yang diambil penyewa alat-alat pertanian itu juga bisa lebih murah. Sebaliknya, kata Akmal, pemerintah juga takkan rugi atas sewa murah tersebut, meski sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor itu sedikit menurun. Pasalnya nilai dari sewa itu juga masih bisa mencapai Rp 1 miliar/tahun.

Sedangkan di masa kepemimpinannya di periode kedua ini (2017-2022), kata Akmal pihaknya akan mencetak 2.500 hektare sawah baru untuk dibagikan kepada msayarakat miskin. Tujuannya juga untuk menjadikan Abdya sebagai sentra bibit padi unggul nasional. Pasalnya, kata Akmal, Indonesia yang memiliki sawah jutaan hektare, hanya memiliki lokasi pembibitan padi unggul 3.400 hektare di Pulau Jawa milik PT Sang Yang Sri dan perusahaan lainnya.

Menanggapi paparan Akmal, Kolonel Infantri Yoyok Bagus Sugianto dari Kodam IM, dalam acara itu mengatakan pihaknya siap membantu program Bupati Abdya tersebut. Selain Akmal, bupati lainnya juga diundang dalam acara itu, seperti yang tampak hadir Bupati Aceh Barat, Ramli MS dan Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas.

Sementara itu, Asisten II Setda Aceh, Taqwallah mewakili Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah selaku pembuka acara itu mengatakan, saran, usul dan kritikan disampaikan Bupati Abdya Akmal Ibrahim dan pihak lainnya, misalnya tarif sewa mesin-mesin pertanian milik Pemerintah Aceh yang dinilai mahal, sudah dikurangi dan Pergubnya juga sudah dibuat.

Menurutnya, Pemerintah Aceh juga fokus dengan sub sektor pertanian dan dijadikan sebagai salah satu program untuk menurunkan penduduk miskin yang masih tinggi berkisar 15,50 persen dan pengangguran tujuh persen.

“Oleh karena itu, dalam acara ini selain bupati, Danrem, Dandim, Dirjen, Direktur Pertanian dan pihak terkait lainnya juga kami undang untuk sama-sama membahas perencanaan aksi yang efisien dan efektif untuk peningkatkan produksi tanaman pangan. Dengan demikian kesejahteraan petani naik, penduduk miskin dan pengangguran berkurang signifikan, seperti yang dilakukan Bupati Abdya,” timpal Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved