Rambutnya Dipotong oleh Pihak Sekolah, Seorang Anak Laki-laki Diduga Bunuh Diri

Dalam satu posting yang dikeluarkan sehari setelah pemotongan rambut, Bi menulis bahwa dia tidak akan pergi ke sekolah kecuali sang guru meninggal.

Rambutnya Dipotong oleh Pihak Sekolah, Seorang Anak Laki-laki Diduga Bunuh Diri
SCMP
Rambutnya dipotong oleh sekolah, remaja diduga bunuh diri. 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah sekolah di China mengguggat keluarga seorang anak laki-laki berusia 15 tahun yang menyalahkannya atas kematian anak mereka, setelah seorang guru memotong rambut anak dari keluarga tersebut.

Pada tanggal 2 November, anak laki-laki yang diidentifikasi hanya dengan nama keluarga Bi, jatuh dari sebuah gedung tinggi di komunitas perumahan tempat ia tinggal di Xian, ibu kota provinsi Shaanxi, 10 hari setelah gurunya membawanya ke penata rambut dan memaksanya untuk mencukur rambut.

Baca: KIP Abdya Tetapkan Jumlah DPT Hasil Perbaikan Kedua, tak Memiliki e-KTP tidak Bisa Memilih

Orangtua Bi mengatakan kepada media bahwa dia menolak untuk masuk kelas di Sekolah Tinggi Xidian setelah rambutnya dicukur dan bersikeras tinggal di rumah karena dia yakin dirinya tampak jelek.

Polisi menyelidiki kemungkinan pembunuhan dan sedang menyelidiki penyebab kematian Bi.

Baca: Penyebab Air Terjun Sedudo di Nganjuk Berubah Warna Jadi Hitam

Pihak sekolah, yang menyangkal bertanggung jawab atas kematian anak itu, mengatakan keluarganya menuntut kompensasi.

Seorang anggota staf wanita di sekolah itu mengatakan bahwa empat kerabat telah melakukan protes di luar sekolah pada hari Selasa - setelah memulai protes pada 5 November - dan pihak berwenang sekolah berencana untuk mengambil tindakan hukum karena merusak reputasinya.

Baca: Baiq Nuril Dihukum karena Rekam Pelecehan Seksual Kepsek, PAKU ITE Galang Dana untuk Bayar Denda

"Kami berusaha sebaik mungkin untuk menjaga sekolah tetap beroperasi seperti biasa, selanjutnya kami ingin membawa ke jalur hukum," kata wanita itu.

Sekolah itu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa keluarganya telah meminta 1,2 juta yuan (Rp 2,5 miliar) dari sekolah, karena mereka percaya itu adalah potongan rambut yang telah menyebabkan kematian Bi.

Baca: PN Blangpidie Segera Gelar Sidang Perdana, Sejarah Baru setelah 16 Tahun Kabupaten Abdya Terbentuk

Baca: Tari Saman Meriahkan Peringatan Hari PBB di Jakarta Intercultural School

"Sekolah hanya menawarkan 100.000 yuan (Rp 200 juta)", katanya, tetapi belum mencapai kesepakatan.

Sekolah juga membantah memaksanya untuk memotong rambut.

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved