Mahasiswa IAIN Ciptakan ‘SoGleh’

Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, jurusan Ekonomi Syariah, yang tergabung dalam Gerakan Aneuk Muda

Mahasiswa IAIN Ciptakan ‘SoGleh’
SERAMBI/ZUBIR
Dosen mata kuliah Kewirausahaan IAIN Langsa yang juga Ketua GANES, Andi Tarlis, mahasiswa pencipta sabun cuci piring cair, Maulana Alkia, saat menjelaskan produk sabun cuci piring cair, di kampus setempat, Rabu (14/11). 

* Sabun Cuci Piring untuk Rumah Tangga

LANGSA - Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, jurusan Ekonomi Syariah, yang tergabung dalam Gerakan Aneuk Muda Entrepreneurship (GANES) menciptakan merk ‘SoGleh’. Sebuah produk berupa sabun cuci piring untuk rumah tangga dengan tahap awal produksi berukuran 450 ml dan telah dijual di pasar Langsa.

SoGleh yang merupakan bahasa Aceh, dalam bahasa Indonesia berarti “siapa bersih”. Perguruan tinggi Islam itu bukan hanya fokus pada pengembangan syariah dalam ekonomi, tetapi juga dituangkan dalam bentuk produks yang bisa dijual kepada masyarakat.

Ketua Bagian Produki, Maulana Alkia, didampingi kelompoknya, kepada Serambi, Rabu (14/11) mengatakan inovasi ini diambil saat sedang mengambil studi mata kuliah kewirausahaan. Disebutkan, untuk mewujudkan inovasi itu, maka dibentuklah tim kecil yang terdiri dari beberapa mahasiswa untuk menggelar rapat menyatukan ide produk yang ingin dihasilkan.

“Saat itulah, muncul sebuah ide untuk mencoba menciptakan sebuah produk sabun cuci piring,” ungkapnya. Dikatakan, proses pembuatan diluar jam kuliah, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu, apalagi ada satu mahasiswa bernama Falti memiliki pengalaman di bidang tersebut.

Maulana menyatakan dalam proses produksi awal, pihaknya mengalami beberapa kendala, seperti masih kekurangan busa, tetapi persoalan ini akhirnya terpecahkan. “Awalnya, kita terus mencoba berbagai cara dan bereksperimen dan akhirnya sabun cuci piring cair yang kami beri nama, SoGleh, menjadi lebih baik dan sempurna,” sebutnya.

Maulana yang tercatat sebagai mahasiswa semester tiga ini menyebutkan alasan nama produk sabun cuci piring cair dari bahasa Aceh, sekaligus untuk membumikan bahasa Aceh. Disebutkan, awalnya ada yang mengusulkan dengan nama ‘SoCleaning’, tetapi diurungkan karena sudah biasa dipakai pada produk sabun cuci piring, sehingga akhirnya digunakan ‘SoGleh’.

“Kami para mahasiswa IAIN juga mampu membuat produk yang bagus, sehingga nama SoGleh sudah tepat,” ujarnya. Prihal pemasaran, kelompok mahasiswa IAIN Langsa yang tergabung dalam GANES ini telah mulai mempromosikan produknya lewat media sosial dan pasar seputaran Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang dan target berikutnya seluruh wilayah Aceh.

Disebutkan, masyarakat sudah bisa membelinya di 212 Mart yang ada di Kota Langsa. Dia juga berharapa, para mahasiswa dan elemen pemuda dapat berwirausaha untuk menciptakan karya berupa produk yang dapat diterima masyarakat Aceh, bahkan pasar nasional dan internasional

Dosen mata kuliah Kewirausahaan IAIN Langsa yang juga Ketua GANES, Andi Tarlis memberikan apresiasi atas karya yang dihasilkan oleh para mahasiswanya. Dia berharap, hal seperti yang dilakukan kelompok mahasiswa ini dapat menjadi contoh bagi mahasiswa maupun pemuda lainnya.

Dia menyatakan sabun cuci piring cair merk SoGleh ini, awalnya digagas dalam ruang lingkup mata kuliah kewirausahaan. Namun, katanya, para mahasiswa ini mencetuskan sebagai ide untuk tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga memprraktekannya.

Dia berharap produk sabun cuci piring merek SoGleh ini dapat dipasarkan secara luas, termasuk koperasi kampus. Dia juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kota Langsa untuk pengembangan produksi sabun cuci piring cair SoGleh ini. Dia meminta Wali Kota Langsa untuk ikut membantu pemasarannya, dengan menginstruksikan kepada semua instansi dan sekolah agar membeli produk mahasiswa ini.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved