Santri Se-Aceh Ikut Lomba Pidato dan Baca Kitab Kuning

Perwakilan santri dari 23 kabupaten/kota se-Aceh, 14-17 November 2018, mengikuti lomba pidato

Santri Se-Aceh Ikut Lomba Pidato dan Baca Kitab Kuning
IST
KADIS Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny, menyerahkan secara simbolis tanda peserta lomba antarsantri di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, tadi malam. 

BANDA ACEH - Perwakilan santri dari 23 kabupaten/kota se-Aceh, 14-17 November 2018, mengikuti lomba pidato dan musabaqah qira’atil kutub atau lomba baca kitab kuning. Kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional Tahun 2018 tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh di Hotel Grand Aceh Syariah, Lamdom, Banda Aceh.

Lomba tersebut dibuka Kadis Pendidikan Dayah Aceh, H Usamah El-Madny SAg MM, tadi malam. Usamah dalam sambutannya berharap lomba tersebut jadi momentum mempersatukan dayah di Aceh untuk bersama-sama bertanggung jawab dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

“Utamakan sportivitas dan kualitas dalam lomba ini. Kepada dewan hakim kami harap dapat menilai semua peserta secara objektif, tidak pilih kasih, dan mengutamakan kualitas,” harapnya seraya menyatakan selain mencari juara, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpeserta.

Dalam rangka membina dan mengembangkan dayah khususnya untuk satri, lanjut Usamah, pada tahun ini Dinas Pendidikan Dayah Aceh sudah merealisasikan beberapa program. Seperti pelatihan komputer, pelatihan wirausaha, pelatihan penulisan Arab Jawi, pelatihan menjahit, pemberian beasiswa, pelatihan kaligrafi, serta penelitian dan pelatihan lainnya.

Ditambahkan, tujuan lomba itu antara lain untuk mendorong dan meningkatkan kecintaan santri membaca kitab-kitab rujukan bahasa Arab, melatih mental santri untuk mengekspresikan ilmunya melalui ajang perlombaan yang kompetitif dan sportif, dan memotivasi santri di Aceh agar lebih serius mempelajari teknik-teknik berpidato dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab.

Ketua Panitia, Drs Muhammad Nas MA, menjelaskan, total peserta lomba tersebut sebanyak 69 orang dimana setiap kabupaten/kota diwakili tiga peserta (satu orang untuk satu cabang). “Salah satu syaratnya adalah santri yang berumur maksimal 19 tahun,” ujar Muhammad Nas seraya menyatakan setiap daerah juga mengirim satu orang pendamping.

Dikatakan, juara setiap akan memperoleh hadiah berupa uang pembinaan dan tropi dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh. “Adapun besarnya uang pembinaan masing-masing juara pertama Rp 4 juta, juara kedua Rp 3 juta, juara ketiga Rp 2 juta, juara harapan satu Rp 1,5 juta, juara harapan dua Rp 1 juta, dan juara harapan tiga Rp 750 ribu,” rinci Muhammad Nas yang juga Kasi Bimbingan dan Pengasuhan pada Bidang Pemberdayaan Santri Dinas Pendidikan Dayah Aceh. (jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved