100 Ulama Berkumpul di Pidie

Sekitar 100 ulama se-Kabupaten Pidie berkumpul di oproom Setdakab Pidie, Kamis (15/11), termasuk Ketua Majelis

100 Ulama Berkumpul di Pidie
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Ulama Pidie mengikuti muzakarah di Op Room Setdakab Pidie, Kamis (15/11/2018). 

* Bahas Soal Rentenir dan Riba

SIGLI - Sekitar 100 ulama se-Kabupaten Pidie berkumpul di oproom Setdakab Pidie, Kamis (15/11), termasuk Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA. Perhelatan ulama itu menggelar muzakarah, membahas persoalan utama umat Islam saat ini, rentenir dan riba.

Bupati Pidie, Roni Ahmad yang akrab disapa Abusyik saat membuka kegiatan menyatakan muzakarah ulama ini bukan hanya untuk silaturrahmi, tetapi juga sebagai ajang menjawab tantangan saat ini. “Muzakarah ini juga sebagai momentum menyatukan langkah ulama dan umara untuk menjawab tantangan saat ini,” katanya.

Dia menyatakan MPU memiliki peran penting dalam memberi nasihat kepada pemerintah, khususnya tentang penegakan umat dalam mendukung pembangunan yang dilaksanakan oleh umara. Abusyik juga meminta dibahas soal makanan yang banyak mengandung unsur kimia dan rumah sakit tidak memiliki kamar kosong karena banyak pasien yang berobat.

Tetapi, topik utama yang dibahas dalam muzakarah ini tentang antisipasi riba dan rentenir serta solusinya yang disampaikah oleh Ketua MPU Aceh. Disebutkan, tidak dapat disangkali lagi, perkoperasian atau pinjam-meminjam disertai bunga. “Padahal, bunga menurut hukum islam adalah riba, karena itu adalah kelebihan yang disyaratkan,” ujarnya.

Ketua Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) Pidie, Tgk H Bismi A Jalil mengatakan muzakarah ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. “Kiranya dapat memberikan sumbangsih untuk mencarikan solusi soal riba dan rentenir dan forum ini sangat tepat mengangkat isu strategis ini,” katanya.

Dikatakan, praktek rentenir terus berkembang, seperti para pedagang kecil memperoleh pinjaman untuk modal usaha melalui rentenir. “Kita perlu bahasa sama dan diharapkan peserta lebih pro-aktif mencegah hal yang melanggar syariat Islam, sehingga hasil rekomendasi, nantinya bisa diterapkan di tengah-tengah masyarakat,” katanya.(aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved