20 Persil Lahan Tol Banda Aceh-Sigli Dibayar

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT menyerahkan secara simbolis pembayaran

20 Persil Lahan Tol Banda Aceh-Sigli Dibayar
FOR SERAMBINEWS.COM
Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah menyerahkan secara simbolis pembayaran ganti rugi 20 persil lahan untuk pembangunan Jalan Tol Banda Aceh-Sigli di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh, Banda Aceh, Kamis (15/11/2O18). 

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT menyerahkan secara simbolis pembayaran ganti rugi 20 persil lahan untuk pembangunan Jalan Tol Banda Aceh-Sigli di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh, Banda Aceh, Kamis (15/11). Pembayaran 20 persil lahan itu merupakan yang pertama kali dilakukan untuk jalan tol di Aceh.

Sebanyak 20 persil tanah itu dimiliki oleh 17 orang yang lahannya berada di Kecamatan Blang Bintang dan Kecamatan Montasik, Aceh Besar. Sedangkan uang ganti ruginya akan ditransfer ke rekening masing-masing pemilik lahan melalui Bank Syariah Mandiri (BSM).

Total biaya yang dibayarkan kemarin untuk 20 persil lahan itu sekitar Rp 7 miliar dari total anggaran Rp 350 miliar yang disediakan tahun 2018. Dana Rp 350 miliar tersebut dianggarkan untuk pembebasan sekitar 800 persil lahan yang berada di Kecamatan Blang Bintang, Montasik, Indrapuri, hingga Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar.

Sementara secara menyeluruh, yaitu untuk Jalan Tol Band Aceh-Sigli sepanjang 75 km akan dibebaskan sekitar 3.561 persil tanah yang akan diganti rugi secara multiyears (bertahun jamak).

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, penyerahan uang ganti rugi 20 persil lahan kepada 17 pemilik itu dapat mendorong pemilik lahan lainnya supaya segera menyelesaikan proses ganti rugi.

“Saya harapkan kepada yang sudah menerima ganti rugi ini supaya mengimbau saudara lain yang terkena pembangunan jalan tol supaya mendukung pembangunan ini. Karena ini muaranya semua pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nova.

Ia tambahkan, tuntasnya proses ganti rugi itu dapat menjadi bagian penting dari penyelesaian semua persoalan yang selama ini menghambat pembangunan Jalan Tol Aceh. Nova juga memahami bahwa hampir setiap proyek besar selalu mendatangkan masalah, terutama dalam hal lahan, namun hal itu harus diselesaikan secara bersama.

Kepala BPN Aceh, Saiful mengatakan, proses ganti lahan Jalan Tol Banda Aceh-Sigli itu akan dilakukan multiyeras selama dua tahun, hingga 2019. Dalam bulan ini juga mereka akan segera menyerahkan lagi biaya ganti rugi kepada pemilik lahan lainnya di kawasan Aceh Besar.

“Sebanyak 20 persil yang dibayar ganti rugi karena sudah selesai tahap penilaian dan proses review, sedangkan beberapa lahan lain masih dalam tahap review dan penilaian di lapangan,” ujar Saiful.

Ia katakan, sebagian besar masyarakat yang sudah sepakat terhadap pembebasan lahan yang segera dibayarkan uangnya. Sementara itu, ada beberapa pemilik yang belum sepakat dengan harga jual tanahnya maka sudah dipersilakan menempuh jalur pengadilan dan saat ini proses di pengadilan sedang berjalan. (mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved