Belasan Unit Mesin Potong Padi di Abdya tak Beroperasi, Ini Penyebabnya

"Secara otomatis tidak bisa operasi, maka masyarakat harus potong manual dan menggunakan sabit,"

Belasan Unit Mesin Potong Padi di Abdya tak Beroperasi, Ini Penyebabnya
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim bersama Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh , A Hanan, Wakil Bupati, Muslizar MT, melakukan panen benih padi unggul bertabel ungu menggunakan mesin pemotong (combine harvester) yang dikembangkan kelompok penangkar benih dalam acara Temu Lapang Panen Raya Padi MT Gadu 2018 di areal Blang Beuah, Desa Pawoh, Kecamatan Susoh, Senin (15/10/2018). Tingkat produksi padi berkisar antara 8 sampai 9 ton GKP (gabah kering panen) per hektare. 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Belasan unit alat pemotong padi (combine harvester) di Aceh Barat Daya (Abdya) tak beroperasi.

Kabarnya, tidak beroperasinya mesin pemotong padi itu, karena pihak SPBU tidak memberikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar pada pengelola alat pertanian,

Akibat tidak beroperasi 16 unit mesin potong padi itu, ada sekitar tiga ribuan hektar sawah milik masyarakat di sebagian Kecamatan Kuala Batee, Manggeng, Lembah Sabil, Babahrot dan beberapa Kecamatan lainnya terancam harus panen manual atau menggunakan sabit.

Baca: Mesin Potong Padi di Abdya Telan Korban Jiwa, Seorang Meninggal dan Satu Orang Patah Tangan

Ketua Upja Abdya, Muaharyadi saat dihubungi Serambinews.com membenarkan bahwa pihaknya tidak bisa membeli BBM jenis solar untuk mesin potong padi di SPBU.

"Iya tak diberikan. Baru-baru ini saja (tidak diberikan), dulu diberikan kok. Bahkan, surat rekomendasi dari dinas dan dari Upja ada kita lampirkan, namun dianggap tidak berlaku, jika pun ada, hanya dua jerigen (isi 35 liter/ jerigen) diberikan," kata Ketua Upja Abdya, Muharyadi kepada Serambinews.com.

Menurutnya, jika SPBU tidak memberikan BBM jenis solar atau membatasi pembelian solar untuk Upja dan alat pertanian.

Baca: Harga Ikan di Abdya Tembus Rp 70 Ribu/Ekor. Ini Penyebabnya

Dikhawatirkan, tiga ribuan hektar atau hampir 30 persen sawah dari 10.286 Ha di Abdya tidak bisa dipotong pakai mesin tersebut.

"Secara otomatis tidak bisa operasi, maka masyarakat harus potong manual dan menggunakan sabit," katanya seraya berusaha agar bisa membeli solar di SPBU.

Untuk diketahui, di Abdya, saat ini hanya di SPBU Pante Perak Susoh yang menyediakan BBM jenis solar.

Baca: PN Blangpidie Segera Gelar Sidang Perdana, Sejarah Baru setelah 16 Tahun Kabupaten Abdya Terbentuk

Sementara SPBU di Blangpidie, hingga saat ini tidak menyedikan BBM bersubsidi tersebut, pasca diberikan sanksi oleh Pertamina.

Sanksi yang merugikan masyarakat itu, membuat stok solar di Pante Perak sering habis, dan masyarakat harus menggunakan dexlite atau BBM non subsidi. (*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved