Dokter Muda Jadi Korban Lion Air JT 610, Dua Firma Hukum di AS Gugat Boeing

Pada 7 November 2018, Federal Aviation Administration (FAA) telah merilis Emergency Airworthiness Directive untuk Boeing 737 MAX.

Dokter Muda Jadi Korban Lion Air JT 610, Dua Firma Hukum di AS Gugat Boeing
Surya Tribunnews
black box Lion Air 

SERAMBINEWS.COM - Tragedi Lion Air JT 610 yang jatuh di Teluk Karawang pada 29 Oktober 2018 menyisakan sejumlah tanda tanya.

Terkait masalah ini, dua firma hukum asal Amerika Serikat mengajukan gugatan kepada The Boeing Company di pengadilan Circuit Court of Cook County, Illinois, Amerika Serikat. Gugatan tersebut diajukan oleh Colson Hicks Eidson dan BartlettChen LLC .

"Gugatan ini kami ajukan atas nama klien kami yaitu orang tua dari Rio Nanda Pratama yang tewas ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 jatuh ke laut," tulis Curtis Miner dari Colson Hicks Eidson dalam keterangan resminya, Kamis (15/11).

Baca: AC Mati saat akan Berangkat, Lion Air Terpaksa Minta Penumpang Turun dari Pesawat

"Pratama adalah seorang dokter muda dalam perjalanan pulang dari sebuah konferensi di Jakarta dan hendak menikah pada tanggal 11 November 2018."

Boeing digugat lantaran JT 610 menggunakan pesawat Boeing 737 MAX.

Pada 7 November 2018, Federal Aviation Administration (FAA) telah merilis Emergency Airworthiness Directive untuk Boeing 737 MAX.

Baca: Lepas Kontingen Pidie ke PORA 2018, Abusyik Sampaikan Dua Pesan Penting bagi Atlet

Baca: Timnas Indonesia Optimis Raih Hasil Terbaik, Meski Tak Ada Jaminan Menang

FAA menilai bahwa Boeing 737 MAX memiliki kondisi yang tidak aman dan kondisi ini juga mungkin ada dan dapat terjadi pada Boeing 737 MAX lainnya.

Curtis menambahkan, gugatan diajukan sebab di Indonesia hasil investigasi terhadap kecelakaan udara tak dapat menentukan siapa yang melakukan kesalahan.

Baca: Banyak Pelamar CPNS tak Lulus Ujian CAT, Plt Gubernur Aceh Janji akan Lakukan Hal Ini

"Investigasi oleh lembaga Pemerintah biasanya tidak akan memutuskan siapa yang bersalah dan tidak menyediakan ganti rugi yang adil kepada para keluarga korban. Inilah pentingnya gugatan perdata pribadi dalam tragedi seperti ini," sambungnya.

Baca: 10 Mata Uang Terendah di Dunia Tahun 2018, Rupiah Nomor Berapa?

(Anggar Septiadi)

Artikel ini sudah tayang di Intisari Online dengan judul "Dua Dokter Muda Ini Jadi Korban Lion Air JT 610, Dua Firma Hukum di AS Sepakat Gugat Boeing, Ada Apa?

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved