Komentar Ghazali Abbas Diapresiasi dan Dihujat

Beragam komentar pro maupun kontra ditujukan kepada senator Aceh Ghazali Abbas Adan, terkait pernyatannya

Komentar Ghazali Abbas Diapresiasi dan Dihujat
SERAMBI/M NAZAR
Ghazali Abbas Adan 

JAKARTA - Beragam komentar pro maupun kontra ditujukan kepada senator Aceh Ghazali Abbas Adan, terkait pernyatannya tentang Wali Nanggroe'>Lembaga Wali Nanggroe tidak diperlukan lagi setelah meninggalnya pendiri dan deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Dr Tgk Hasan Muhammad di Tiro.

Ghazali Abbas menilainya sebagai dinamika dalam alam demokrasi. “Itu semua adalah dinamika, kita harus hormati. Baik komentar yang bernuansa sejuk, santun, berapi-api dan tempramental,” kata Ghazali Abbas Adan di Jakarta, Kamis (15/11).

Ghazali Abbas sebelumnya menyatakan bahwa lembaga Wali Nanggroe tak diperlukan lagi, setelah berpulangnya ke rahmtullah pendiri dan deklataror Gerakan Aceh Merdeka, Dr Tgk Hasan Muhammad di Tiro. Pernyataan ini mendapat tanggapan luas yang disuarakan melalui media arus utama maupun maupun media sosial.

“Demikian pula ada kalangan yang memberi apresiasi dan ada yang mengumpat penuh hujatan, sumpah serapah, caci maki super hot. Apalagi di WA yang anggota groupnya didominasi kelompok tertentu dengan berbagai kepentingan tertentu pula,” ujar Ghazali Abbas Adan.

Ghazali merasakan, baik sebagai politisi maupun anggota parlemen, bahwa dinamika tersebut pernah dialaminya pada masa-masa Aceh berstatus Daerah Operasi Militer (DOM) dan Darurat Militer (DM) berkaitan dengan pendapat dan sikap tegasnya saat merespons suasana dan praktik DOM dan DM kala itu.

Terkait dengan Wali Nanggroe/Lembaga Wali Nanggroe, Ghazali Abbas menyatakan sudah menyatakan pendapatnya sekaligus menghargai pendapat dan sikap orang dan kelompok lain. Ia mengharapkan tidak ada orang dan/atau kelompok manapun melakukan hegemoni kebenaran atau merasa yang paling berhak atas teritori dan berbagai sumber daya di Aceh.

“Ini milik bersama seluruh rakyat yang mendiami setiap jengkal zona Aceh, timur, barat dan bagian tengah, apapun suku dan agamanya,” kata Ghazali.

Ia tambahkan, semua masyarakat Aceh memilik hak mengeluarkan pendapat dan menentukan sikap terhadap berbagai aspirasi dan persoalan yang ada di Aceh demi mewujudkan kemaslahatan bersama menuju Aceh Hebat sesuai dengan apa yang menjadi tujuan pemerintah Aceh saat ini. Ghazali Abbas Adan: Wali Nanggroe'>Lembaga Wali Nanggroe tak Diperlukan Lagi . Ia juga membantah bahwa pernyataannya terkait dengan pemilu 2019. “Sama tidak ada kaitannys dengan tuduhan poles-memoles jelang pemilu,” pungkasnya. (fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved