Penjelasan Ahli Soal Masker yang digunakan Untuk Melindungi Kita dari Asap

Kebakaran hutan di California Utara terjadi begitu kuat sehingga asap dapat dilihat ratusan kilometer jauhnya dari luar angkasa.

Penjelasan Ahli Soal Masker yang digunakan Untuk Melindungi Kita dari Asap
POLWAN memakaikan masker kepada pengendara sepeda motor di jalan Medan-Banda Aceh, kawasan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Kamis (3/9).SERAMBI/SENI HENDRI 

SERAMBINEWS.COM - Kebakaran telah menyebabkan tingkat polusi udarayang ekstrim di California. Para ahli mengatakan, bahwa masker bisa memberikan beberapa manfaat jika menggunakannya dengan benar.

Kebakaran hutan di California Utara terjadi begitu kuat sehingga asap dapat dilihat ratusan kilometer jauhnya dari luar angkasa.

Akibatnya, banyak orang, bahkan puluhan mil jauhnya dari api, berisiko terkena serangan asma, gangguan pernapasan, dan serangan jantungkarena polusi udara yang meningkat.

Baca: Dokter Muda Jadi Korban Lion Air JT 610, Dua Firma Hukum di AS Gugat Boeing

Asap dan kabut akhirnya membuat beberapa penduduk memakai maskeruntuk melindungi diri dari asap.

Baca: AC Mati saat akan Berangkat, Lion Air Terpaksa Minta Penumpang Turun dari Pesawat

Dr. Robert Blount, asisten profesor kedokteran anak dan dewasa paru di Universitas California San Francisco, mengatakan, selama kebakaran di California, jika orang dapat mencium atau melihat asap maka mereka harus mengambil langkah untuk melindungi diri sendiri.

“Jika ada cukup asap yang bisa kita lihat atau cium, maka itu tingkat yang berbahaya,” katanya kepada Healthline.

Baca: Lepas Kontingen Pidie ke PORA 2018, Abusyik Sampaikan Dua Pesan Penting bagi Atlet

Anak-anak, orangtua, dan orang-orang dengan kondisi paru-paru atau jantung berada pada risiko tertinggi mengembangkan gejala.

Apalagi pada anak-anak, mereka bisa mendapatkan dosis polusi udara yang lebih tinggi daripada orang dewasa.

Baca: Timnas Indonesia Optimis Raih Hasil Terbaik, Meski Tak Ada Jaminan Menang

Jika orang mulai memiliki gejala yang berkaitan dengan asap, maka mereka harus tinggal di dalam rumah dan mencari  bangunan dengan sirkulasi udara yang baik.

Jika asap atau kabut masuk ke dalam rumah, disarankan untuk menjalankan AC untuk mencoba dan mencegah polusi terburuk. Filter udara dapat membantu membersihkan udara, jika seseorang tidak memiliki AC.

Baca: Muncul Wabah Penyakit Baru, Dua Kali Lebih Mematikan dari Polio dan Tidak Dapat Disembuhkan

Halaman
12
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved