Subulussalam Dipastikan Gagal Ikut PORA XIII, Sekretaris KONI: Kami Berharap Ada Keajaiban 

Harapan para atlet Kota Subulussalam untuk bertanding di PORA XIII, dipastikan makin kecil. Karena dana pemberangkatan atlet belum juga disediakan.

Subulussalam Dipastikan Gagal Ikut PORA XIII, Sekretaris KONI: Kami Berharap Ada Keajaiban 
serambinews.com
Serly Yunita, atlet renang asal Kota Subulussalam mendapat medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI di Lhokseumawe, 18 Juli 2010 lalu. Kini para atlet itu tak punya kesempatan untuk mengulang prestasi serupa, karena mereka tak bisa bertanding di PORA XIII, sebab Pemko Subulussalam belum mencairkan anggaran untuk pemberangkatan atlet tersebut. 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Harapan 50-an atlet asal Kota Subulussalam untuk bertanding dalam Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII di Aceh Besar yang dibuka Minggu (18/11/2018), dipastikan makin kecil.

Karena hingga kini anggaran untuk pemberangkatan atlet belum juga dicairkan. "Sudah dipastikan gagal, kecuali ada keajaiban," ungkap Saiban Gafar, Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Subulussalam, menjawab Serambinews.com, Kamis (15/11/2018).

Saiban yang selama sebulan terakhir ini getol berjuang mengajukan anggaran kegiatan PORA, mengaku sudah sangat pesimis untuk dapat membawa kontingen asal Kota Sada Kata tersebut.

Sebab, dua tiga hari menjelang pembukaan even empat tahunan itu, belum ada tanda-tanda dana sebesar Rp 400 juta yang mereka ajukan bakal terealisasi.

Dia pun mengatakan hanya keajaiban atau mukjizatlah yang bisa mengubah nasib Kota Subulussalam bisa tampil pada PORA kali ini.

Baca: Subulussalam Terancam tak Ikut PORA, Sekretaris KONI: Bakal Kena Diskualifikasi

Namun menurut Saiban, jika ada keajaiban dalam dua hari ini dan anggaran yang diajukan terealisasi, ia memastikan kontingen dan atletnya siap untuk bertanding.

Sebab, 50 atlet pada sepuluh cabang olahraga yang disiapkan tampil dalam kompetisi PORA, telah berlatih sejak beberapa bulan lalu.

Selain itu untuk kepesertaan juga sudah didaftarkan secara online. Namun lagi-lagi Saiban mengaku semuanya tak bakal terjadi jika anggaran tetap tertahan.

Absennya kontingen asal kota yang mekar 2 Januari 2007 ini disesalkan sejumlah pihak. Karena sebenarnya daerah ini pernah tercatat masuk dalam lima besar peraih juara di even serupa, delapan tahun silam.

Baca: Heboh, Pemko Subulussalam Tiga Kali Ubah APBK dalam Waktu Satu Tahun, Tanpa Persetujuan Dewan

Halaman
12
Penulis: Khalidin
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved