33-an Warga Tambon Sempat ke RS

Sebanyak 30-an warga Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Kamis (15/11) sekitar pukul 19.00 WIB dilarikan ke Rumah Sakit

33-an Warga Tambon  Sempat ke RS
Warga yang mengalami keracunan amoniak dari PT PIM sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit PT PIM, Jumat (27/3/205) 

* Diduga Terhirup Amoniak PIM

LHOKSEUMAWE - Sebanyak 30-an warga Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Kamis (15/11) sekitar pukul 19.00 WIB dilarikan ke Rumah Sakit PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Pasalnya, mereka sesak napas karena diduga menghirup amoniak dari perusahaan pupuk itu, namun hingga pukul 21.30 WIB, hanya tujuh orang yang masih dirawat di rumah sakit tersebut, yakni Mulyani (22), Habsah (65), Sakdan (55), Edi Suwandi (34), Ade (24), Raju (8), dan Rajulul Aswat (4).

Informasi dihimpun Serambi saat itu jelang magrib, tiba-tiba warga menghirup bau sepeti amoniak yang diduga dari PT PIM. Kemudian warga mulai merasa sesak napas. Selanjutnya mengabari hal tersebut kepada Tim Darurat Lingkungan (TDL), kemudian dibawa ke rumah sakit perusahaan tersebut.

Setelah ditangani pihak medis dan diberikan susu, sebagian warga pun diperbolehkan pulang. Hanya tujuh orang yang harus diobservasi lanjutan oleh tim medis. “Tapi kondisi mereka sudah sadar, namun belum diperbolehkan pulang karena harus diobservasi lanjutan,” ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kapolsek Dewantara AKP Erpansyah malam itu.

Dikonfirmasi terpisah malam itu, Manajer Humas PT PIM, Zulfan Efendi, membenarkan ada sekitar 30-an warga yang sempat mendatangi rumah sakit perusahaan tersebut atas keluhan sesak napas. “Namun setelah mendapat penanganan medis dan diberikan susu, mereka pun langsung pulang. Hanya beberapa orang saja yang masih di rumah sakit karena harus diobservasi lebih lanjut. Tapi kita perkirakan, tidak lama lagi juga sudah bisa pulang,” ujarnya.

Menurutnya, sekarang ini pabrik sedang tidak beroperasi karena memasuki masa perawatan tahunan. Namun begitu, perkiraan awal, hal ini bisa terjadi dari limbah air bekas pencucian tangki amoniak. “Air untuk mencuci tangki amoniak memang dibuang ke tempat khusus pembuangan limbah. Mungkin karena tertiup angin, makanya bau amoniak sempat tercium sama warga. Tapi pastinya kita masih melakukan observasi,” pungkas Zulfan Efendi.

Semua Sudah
Diantar ke Rumah
Kemarin, Manajer Humas PT PIM, Zulfan Efendi, kembali memberikan informasi terbaru mengenai hal itu lewat siaran pers kepada Serambi. Ia menyebutkan berdasarkan pencacatan, jumlah warga yang membutuhkan penanganan medis akibat terhirup bau amoniak 33 orang dan yang membutuhkan penangan lanjutan pada malam itu tujuh orang, empat perempuan dewasa,satu pria dewasa, dan dua anak-anak.

“Kamis (15/11) pukul 21.40 WIB seluruh masyarakat sudah diantar ke rumahnya masing-masing. PIM tetap bertanggungjaab untuk melakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh masyarakat yang masih membutuhkan tindakan pemeriksaan medis lanjutan,” ujar demikian Zulfan Efendi. (bah/jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved