600 Kg Kopi Arabika Terjual dDi Pasar Lelang

Sebanyak 600 kilogram kopi arabika Gayo terjual dalam proses lelang yang berlangsung, Kamis (15/11), di Gedung Pasar

600 Kg Kopi Arabika Terjual dDi Pasar Lelang
BUPATI Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM (paling depan) mendampingi rombongan tim asosiasi kopi dari Eropa untuk melihat secara langsung budidaya kopi Arabika Gayo di Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (18/11 

TAKENGON - Sebanyak 600 kilogram kopi arabika Gayo terjual dalam proses lelang yang berlangsung, Kamis (15/11), di Gedung Pasar Lelang Komoditi, Paya Ilang, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Lelang komoditas unggulan tersebut diikuti delapan buyer (pembeli) lokal maupun luar negeri.

Sebelum memasuki proses tawar menawar harga, para buyer dipersilahkan menguji langsung rasa serta kualitas kopi yang akan dilelang. Pada saat proses uji rasa (tes cupping), sample kopi yang telah dijadikan bubuk diletakan di sejumlah gelas. Lalu bubuk-bubuk kopi tersebut diseduh dengan air panas.

Dalam proses pengujian, para buyer terlihat mengendus gelas-gelas yang berisi minuman kopi untuk mengetahui kualitas aroma. Tak lama kemudian para buyer diperbolehkan untuk menguji rasa kopi. “Setelah melewati uji rasa, tentu para buyer akan menawar mana kopi arabika yang menurut mereka bisa dibeli,” kata DirekturPT Meukat Komuditi Gayo, Iwannitosa Putra.

Sementara itu, para buyer yang ikut lelang di antaranya Remi asal Kanada, Piero asal Amerika, Mr Lee asal Korea, Pek Kia asal Guangzho China, Saki Septiono dan Said Muamar asal Jakarta serta Mustafa Kamal dan Armiyadi asal Takengon.

Jumlah jenis kopi yang dilelang ada 21 sampel. Namun, hanya sekitar 11 jenis kopi yang akhirnya terjual setelah melewati proses lelang. “Jumlah kilogramnya mencapai 600 kg. Jika diuangkan, omzet hampir mencapai 90 juta. Meski begitu, kita berharap ke depannya bisa lebih meningkat dari saat ini,” jelas Iwannitossa Putra.

Jenis kopi yang terjual di antaranya arabika fullwashed asal Pantan Musara, dibeli oleh Mr Remi (Kanada) Rp 137.000/kg. Arabika fullwashed asal Paya Ilang, dibeli oleh Saki Septiono (Jakarta) dengan harga Rp 120.000/kg. Arabika Gayo wine, asal Mongal yang dibeli oleh Mr Lee (Korea) dengan harga Rp 195.000.

Selanjutnya arabika semi washed, Pintu Rime Gayo dibeli oleh Saki Septiono (Jakarta) dengan harga Rp115.000/kg. Arabika longberry asal Pintu Rime Gayo dibeli Mr Remi (Kanada) dengan harga Rp 120.000/kg, arabika Gayo luwak liar dibeli oleh Mr Pek Kian (China) dengan harga Rp 205.000/kg, arabika Gayo fullwashed asal Berawang Dewal dibeli oleh Mr Pek Kian (China) dengan harga Rp 123.000/kg.

Berikutnya, arabika Gayo Premium, asal Paya Reje, dibeli oleh Saki Septiono (Jakarta) dengan harga Rp 145.000/kg, arabika Gayo fullwashed asal Merah Jernang, dibeli oleh Mr Pek Kian (China) dan terakhir arabika Karang Rejo dibeli oleh Armiyadi (Takengon) denganharga Rp 132.000/kg.

Seorang pemilik kopi arabika gayo wine, Syukran Bintang, menyebutkan, kopi miliknya terjual dengan harga tinggi di pasar lelang. Pembeli asal Korea Selatan berani menawar dengan harga Rp 195.000/kg. “Terus terang saya terharu dan menjadi tambah semangat untuk terus mengolah kopi lebih baik lagi,” kata Syukran Bintang.(my)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved