Empat Pulau di Singkil Milik Warga Bakongan

Inspeksi Agraria Daerah Istimewa Aceh pada tahun 1965 telah menetapkan Pulau Panjang, Pulau Lipan

Empat Pulau di Singkil Milik Warga Bakongan
serambinews.com
Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Singkil, Drs Azmi, Jumat (16/11/2018), menunjukkan salinan SK Kepala Inspeksi Agraria Daerah Istimewa Aceh tahun 1965 tentang Pulau Panjang, Lipan, Mangkir Besar, Mangkir Kecil, dan Pulau Birahan yang secara sah merupakan hak milik ahli waris Teuku Radja Udah, penduduk Bakongan, Aceh Selatan. 

SINGKIL - Inspeksi Agraria Daerah Istimewa Aceh pada tahun 1965 telah menetapkan Pulau Panjang, Pulau Lipan, Mangkir Kecil, dan Mangkir Besar yang berada di perairan Singkil menjadi hak milik ahli waris Teuku Radja Udah, penduduk Bakongan, Aceh Selatan. Hal itu berdasarkan surat keputusan Kepala Inspeksi Agraria Daerah Istimewa Aceh, Soekirman dengan Nomor 125/IA/1965 tertanggal 17 Juni 1965.

Dalam dokumen yang ditulis menggunakan ejaan lama itu, Inspeksi Agraria Daerah Istimewa Aceh juga menetapkan Pulau Birahan yang berdekatan dengan empat pulau tersebut menjadi hak milik ahli waris Teuku Radja Udah. Dokumen yang ditulis menggunakan mesin ketik menjadi bukti sah bahwa pulau itu merupakan wilayah Aceh. “Jika masuk Sumut, secara logika kan tidak mungkin Inspeksi Agraria Daerah Istimewa Aceh yang menetapkan hak milik lima pulau yang di dalamnya termasuk empat pulau yang diklaim Sumut,” kata Sekda Aceh Singkil, Drs Azmi, Jumat (16/11).

Berdasarkan keputusan Kepala Inspeksi Agraria Daerah Istimewa Aceh, pulau-pulau itu terletak diantara-Gosong Telaga dengan Kuala Tapus daerah tingkat II Aceh Selatan. Seiring dengan mekarnya Aceh Singkil dari Aceh Selatan tahun 1999, maka pulau-pulau itu kini masuk dalam wilayah Kecamatan Singkil Utara. “Sekali lagi, dokumen ini membuktikan pulau yang diklaim Sumut itu, jelas masuk wilayah Aceh,” tegas Sekda Aceh Singkil.

Sementara itu, dalam salinan surat keputusan Kepala Inspeksi Agraria Daerah Istimewa Aceh menyebutkan, luas tanah kelima pulau 27,18 hektare dan di dalamnya terdapat kebun kelapa. Saat didaftarkan menjadi hak milik, ahli waris keluarga Teuku Radja Udah membayar ganti rugi kepada negara sebesar Rp 2.500.(de)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved