Kasus Azizi Tour Masih Kasasi

Kasus penipuan yang menimpa 146 calon jamaah umrah di Aceh Barat dengan tervonis pimpinan Azizi Tour di Meulaboh

Kasus Azizi Tour Masih Kasasi
CALON jamaah umrah di Aceh Barat yang menjadi korban Azizi Tour membaca yasin di depan Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (10/4). Aksi tersebut dilancarkan ketika sidang lanjutan agenda tuntutan terdakwa Hj Cut Mega Putri dalam kasus Azizi di PN setempat. 

* Satu Tersangka DPO

MEULABOH - Kasus penipuan yang menimpa 146 calon jamaah umrah di Aceh Barat dengan tervonis pimpinan Azizi Tour di Meulaboh, Hj Cut Mega Putri dilaporkan hingga kini belum inkrah (berkekuatan hukum tetap). Pasalnya, kasus tersebut masih dalam tahap kasasi ke Mahkamah Agung (MA) setelah sebelumnya Pengadian Tinggi (PT) Aceh memperkuat putusan Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh yang memvonis terdakwa selama 3 tahun penjara.

Kajari Aceh Barat, Ahmad Sahrudin MH, melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedek Syumarta Suir SH saat ditanyai Serambi, Jumat (16/11), mengatakan, sejauh ini putusan kasasi belum turun. Sedangkan, tervonis masih ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Meulaboh. “Kasasi belum turun,” kata Dedek singkat.

Selain itu, Polres Aceh Barat dilaporkan hingga kini masih memburu Hj Nasla Lubis, selaku pimpinan Azizi Tour di Medan yang merupakan induk dari Azizi Tour di Meulaboh. Namun, pelaku belum bertangkap dan hingga kini masih DPO (daftar pencarian orang). “Masih belum tertangkap pelaku satu lagi itu,” ujar sumber Serambi, kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, majelis hakim PN Meulaboh Aceh Barat menjatuhi hukuman tiga tahun penjara kepada Hj Cut Mega Putri (50), pimpinan PT Azizi Tour Perwakilan Aceh Barat dalam perkara dugaan penipuan terhadap 164 calon jamaah umrah pada 3 Mei 2018. Vonis tersebut sama dengan tuntutan JPU.

Kasus itu bermula dari pengaduan 37 dari 164 calon jamaah umrah ke Polres Aceh Barat. Mereka mengaku menjadi korban penipuan karena sudah berkali-kali pihak Azizi menunda keberangkatan umrah ke Tanah Suci. Padahal, mereka sudah menyetor dana Rp 15 juta-Rp 22 juta per orang kepada pihak travel tersebut. Total kerugian calon jamaah umrah diperkirakan mencapai Rp 3 miliar lebih. Polres Aceh Barat kemudian menetapkan Hj Cut Mega Putri, pimpinan Azizi Tour di Meulaboh dan Hj Nasla Lubis, pimpinan Azizi Tour di Medan sebagai tersangka.

Travel Harum Manis tak Berizin
Sementara itu, sebuah travel perjalanan umrah diduga tidak mengantongi izin di Aceh Barat yakni Travel Harum Manis yang berlokasi di Desa Ujong Baroh, Meulaboh. Kasi Haji dan Umrah Kementerian Agama Aceh Barat, Drs Tarmizi yang dikonfirmasi Serambi, Jumat kemarin, mengungkapkan, sejak awal pihaknya sudah curiga terhadap keberadaan Travel Harum Manis yang membuka kegiatan di Meulaboh, tapi tidak pernah melapor ke Kemenag Aceh Barat. “Informasi yang kita peroleh, mereka baru buka di Aceh Barat. Beberapa waktu lalu, ketika kasus Azizi Tour mencuat, pernah kami melakukan pendataan terhadap keberadaan travel perjalanan umrah,” kata Tarmizi.

Disebutkannya, dari data yang dihimpun Kemenag, di Aceh saat ini hanya ada 4 travel yang mengantongi izin untuk perjalanan umrah. Karena itu, kepada masyarakat diminta hati-hati dalam memilih travel perjalanan umrah serta selalu melakukan pengecekan agar tidak menjadi korban penipuan. “Kalau ragu, silakan ditanyai ke Kemenag atau diakses di situs resmi Kemenag, sehingga diharapkan tidak lagi jadi korban,” harapnya.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved