Tafakur

Perbaikan Berkelanjutan

Akhlak umat manusia secara kolektif di dunia ini tak akan pernah sempurna

Perbaikan Berkelanjutan
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah” (QS Al-Ahzab: 21).

Akhlak umat manusia secara kolektif di dunia ini tak akan pernah sempurna. Walaupun sudah diupayakan perbaikan akhlak berpuluh tahun semasa para nabi dan beribu tahun oleh para pelanjutnya, tetap saja ada orang yang berpaling dari akhlak mulia. Hal ini menunjukkan bahwa usaha untuk perbaikan akhlak umat perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.

Pentingnya memperbaiki akhlak umat secara berkelanjutan sebenarnya sudah diupayakan, termasuk dengan cara memperingati kelahiran Rasulullah SAW. Rasul SAW telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk menjadikan akhlak umat baik, sehingga patut dirayakan. Namun sayangnya, upaya memperbaiki akhlak umat dengan cara ini kadangkala tidak difokuskan pada maknanya.

Fokusnya kadangkala berubah menjadi acara makan-makan yang berlebihan dan menyisakan sampah untuk dibersihkan oleh orang lain. Padahal Nabi Muhammad SAW telah memberi sejumlah contoh teladan, seperti berhenti makan sebelum kenyang, menjaga alam ini dari hal-hal yang merusak seperti sampah, berlomba berbuat kebaikan, dan lain-lain.

Sepatutnya kita berusaha untuk mengutamakan pesan-pesan yang disampaikan Rasulullah SAW, terutama ketika merayakan kelahirannya (Maulid). Bila tidak, inti dari maksud peringatan Maulid yang dilaksanakan berulang kali, menjadi tak tersampaikan.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved