Persiraja Tatap Semifinal

Tuan rumah Persiraja membuka peluang lolos ke babak semifinal kompetisi Liga 2 tahun 2018

Persiraja Tatap Semifinal
SERAMBI/BUDI FATRIA
PEMAIN Persiraja, Azka Fauzi melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang pemain Madura FC dalam babak delapan besar Liga 2 Indonesia, di Stadion H Dimurthala, Lampineung, petang kemarin. Persiraja menang telak 3-0. 

* Bungkam Madura 3-0

BANDA ACEH - Tuan rumah Persiraja membuka peluang lolos ke babak semifinal kompetisi Liga 2 tahun 2018. Kepastian itu diperoleh setelah Agus Suhendra dkk menang telak atas Madura FC, 3-0, di Stadion H Dimurthala, Lampineung, petang kemarin.

Dua dari tiga gol kemenangan Lantak Laju didapat melalui tendangan penalti di penghujung babak kedua. Pahlawan bagi Persiraja pantas diberikan kepada pemain asal Bandung, Ikhwan Azka Fauzi. Betapa tidak, mantan striker Bali United, Celebest FC Palu, dan Persis Solo sukses mencetak hetrik.

Tambahan tiga poin, Persiraja kembali nangkring di posisi puncak klasemen sementara. Persiraja masih menyisakan satu pertandingan tandang melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (21/11). Laga itu menjadi penentu lolos ata tidaknya Persiraja ke babak semifinal.

Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas mengatakan, kalau menang melawan PSS Sleman, maka mereka dipastikan lolos. Jika tidak ingin tergantung pada hasil pertandingan lain, maka Persiraja minimal harus mencuri satu poin melawan tuan rumah PSS Sleman. “Raihan satu poin membuat Persiraja mengumpulkan poin 10 dan lolos ke babak semifinal,” ungkap Akhyar Ilyas.

Sementara Madura FC akan melayani laga kandang melawan Persita Tangerang di Stadion Ahmad Yani, Sumenep, Rabu (21/11) petang. Namun, jika Persiraja menang atau seri melawan PS Sleman, maka hasil laga Madura FC versus Persita Tangerang tidak menghalangi Lantak Laju lolos.

Di babak pertama, laga yang dipimpin Rihul Munandar dari Sumatera Barat itu berlangsung lamban. Namun, skuad Persiraja lebih banyak menguasai bola. Sebuah pelanggaran dilakukan pemain belakang Madura FC, sehingga wasit memberikan tendangan bebas untuk Persiraja. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit 26 melalui tendangan bebas Azka Fauzi dari luar kotak penalti. Tendangan bola jarak jauh itu melewati sejumlah pemain, dan sempat ditepis penjaga gawang Madura FC, Usman Pribadi. Namun bola tajam itu terus melaju menyetuh jalan kiri gawang. Gol perdana Azka Fauzi itu bertahan hingga babak pertama usai.

Turun di babak kedua, punggawa Persiraja terus menekan pertahanan Madura FC. Pada menit 85, sebuah pelanggaran dilakukan pemain belakang Madura FC, Jannety Y Silvester Kamare yang menjatuhkan gelandang Persiraja, Mudasir. Tendangan penalti yang diambil Azka Fauzi berhasil menjebol gawang Madura FC. 2-0 untuk Persiraja 2-0.

Menit 90+2, Persiraja kembali mendapat hadiah penalti. Sebuah pelanggaran dilakukan pemain bawah Madura FC, Imam Mahmudi yang menjatuhkan Fiwi Dwipan di dalam kotak penalti. Lagi-lagi Azka Fauzi sukses menambah gol lewat tendangan kaki kananya.

Sementara peluang gol juga menghampiri striker Madura FC, Gufroni Al-Makruf pada menit 23. Saat itu, Gufroni yang sudah berhadapan dengan penjaga gawang Persiraja, Herlian Arif Laksono, gagal mencetak gol. Tendangan Gufroni melenceng jauh di atas mistar gawang lawan.

Madura FC bukan tanpa peluang. Bahkan, dua gol mereka ke gawang tuan rumah Persiraja dianulir wasit asal Sumatera Barat, Rihul Munandar. Gol pertama yang dianulir pada menit 39. Tendangan Gufroni Al-Makruf sukses menjebol gawang Herlian usai dia lari belakang.

Sayangnya, gol tim tamu dianulir sang pengadil. Wasit Rihul menilai Gufroni sudah berada dalam posisi off-side. Keputusan wasit diprotes keras pemain Madura FC. Tak terima keputusannya diprotes, lalu wasit balik memberikan kartu kuning bagi Gufroni.

Gol kedua Madura yang dianulir wasit Rihul ketika tendangan Beny Ashar di menit 51. Saat itu, umpan silang datang diarahkan kepada Andre. Pemain bawah Persiraja, Saddam Hi Tenang gagal menghentikan laju Andre. Dengan tenang dia memberikan umpan matang yang dicocorkan oleh Beny Aqshar yang berdiri bebas di depan gawang Persiraja.

Lagi-lagi, wasit Rihul menganulir gol Madura. Dia menilai Beny Aqshar berdiri off-side dan itu dibuktikan dengan asisten wasit mengangkat bendera. “Kami tak bisa berbuat apa-apa. Saat pemain kami bertanya, wasit langsung memberikan kartu kuning. Kami benar-benar kecewa dengan hasil ini. Padahal, saat di Madura, tak ada kejadian apa-apa terhadap tuan rumah,” ungkap juru latih Madura FC, Salahuddin penuh kecewa.(min)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved