Warga Langkahan Kesulitan Ambulans

Warga Kecamatan Langkahan, Aceh Utara dalam sepekan ini kesulitan memperoleh ambulans karena diamankan

Warga Langkahan Kesulitan Ambulans
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

LHOKSUKON – Warga Kecamatan Langkahan, Aceh Utara dalam sepekan ini kesulitan memperoleh ambulans karena diamankan polisi sebagai barang bukti kasus pencurian ribuan butir obat. Untuk itu, warga berharap Dinas Kesehatan mencari solusi sehingga kejadian tersebut tidak membuat masyarakat resah.

Sebagaimana diberitakan Serambi Minggu (18/11), aparat Polsek Banda Sakti menangkap Ru. Oknum PNS yang bertugas sebagai sopir mobil boks farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Utara dalam kasus pencurian obat 324.000 butir atau 54 dus obat amoxillin trhydrate (obat anti biotik). Polisi juga menangkap Rus (28) honorer di Puskesmas Langkahan, Aceh Utara sebagai penadah obat dan mengamankan ambulans. Keduanya sampai sekarang masih ditahan polisi.

“Selama ini, saya melihat ambulans di puskesmas hampir setiap hari membawa pasien dari Langkahan ke rumah sakit atau menjemput pasien. Tapi, sepekan yang lalu kami mendapat informasi kalau ambulans itu diamankan polisi karena mengangkut obat curian,” lapor warga Kecamatan Langkahan, Bakhtiar kepada Serambi kemarin.

Disebutkan, setelah mobil itu diamankan polisi, warga di Langakahan kesulitan memperoleh pelayanan ambulans. “Untuk itu, kita berharap kepada Dinas Kesehatan untuk menyediakan ambulans dan mengawasi pengunaan, sehingga tidak digunakan lagi untuk kepentingan pribadi. Apalagi sampai dimanfaatkan buat melakukan tindak kriminal,” tegas Bakhtiar.

Sementara Kepala Puskesmas Langkahan, Zaituni kepada Serambi kemarin menyebutkan, dirinya sudah mengajukan peminjaman ambulans ke Polsek Banda Sakti. Mobil itu sudah dijadikan barang bukti dalam kasus pencurian obat di gudang dinkes. Pihak Polsek sudah mengabulkan dan pihaknya sudah bisa menggunakan kembali dengan status pinjam pakai.

Disebutkan, ambulans tersebut sudah dibawa sementara ke rumahnya. Selanjutnya menunggu diambil sopir guna dibawa kembali ke Puskesmas Langkahan. “Ambulans sudah ada di sini. Sekarang kita sedang menunggu diambil oleh sopir,” pungkas Zaituni.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kapolsek Banda Sakti, Iptu Arief Sukmo Wibowo kepada Serambi menyebutkan, pihaknya sudah mengizinkan ambulans Puskesmas Langkahan yang menjadi barang bukti dalam kasus pencurian obat, dipinjam pakai untuk kebutuhan berobat masyarakat. “Sudah kita izinkan untuk pinjam pakai dan mobilnya sudah diambil,” sebut Kapolsek Banda Sakti.

Ditambahkan, pihaknya juga sedang memeriksa saksi untuk proses penyelidikan kasus tersebut. Sedangkan untuk dua tersangka dalam kasus itu masih ditahan untuk proses penyidikan. “Kasus ini masih terus kita kembangkan,” pungkas Iptu Arief Sukmo.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved