Polisi Tahan Mantan Kepala BPBD Bireuen, Diduga Terlibat Korupsi Dana Siaga Bencana Gampong

Aparat di jajaran Polres Bireuen menahan mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen tahun 2013, dan dua mantan pegawainya.

Polisi Tahan Mantan Kepala BPBD Bireuen, Diduga Terlibat Korupsi Dana Siaga Bencana Gampong
SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN
Aparat di jajaran Polres Bireuen menahan mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen tahun 2013, berinisial AH dan dua mantan pegawainya MZ dan HE, Selasa (20/11/2018). 

Laporan Ferizal Hasan | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Aparat di jajaran Polres Bireuen menahan mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen tahun 2013, berinisial AH dan dua mantan pegawainya MZ dan HE, Selasa (20/11/2018). 

Ketiganya menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana honororium petugas siaga bencana gampong (desa) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen tahun 2013.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK, didampingi Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama SH, dalam konferensi pers di Mapolres Bireuen, Selasa (20/11/2018) menerangkan, ketiganya ditangkap di rumahnya, Senin malam (19/11/2018) karena dianggap tidak kooperatif. 

Baca: Nova Iriansyah Sebut Ada 4 Sektor di Pemerintahan Rawan Korupsi, Salah Satunya di Rekrutmen Pegawai

Baca: Plt Gubernur Aceh: Menurut KPK Ada 750 Pejabat Terjerat Korupsi, Sebagian Kepala Daerah

Tersangka tersebut masing-masing AH, mantan kepala BPBD Bireuen selaku pengguna anggaran, MZ selaku PPTK dan HE selaku bendahara pengeluaran.

Dikatakan Kapolres, dugaan tindak pidana penyalahgunaan dana honororium petugas siaga bencana gampong tersebut terjadi pada tahun 2013. Dengan jumlah anggaran Rp 730.800.000, bersumber dari APBK Bireuen.

“Modus operandi yang dilakukan, tersangka AH memerintahkan stafnya untuk memalsukan tanda tangan petugas siaga bencana gampong sebanyak 1.218 orang pada daftar nominatif, seolah-olah dana itu telah disalurkan," ungkap Gugun Hardi Gunawan. (*)

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved