Festival Panen Kopi Meriah

Plt Bupati Abuya Sarkawi membuka secara resmi pagelaran Festival Panen Kopi Bener Meriah tahun 2018

Festival Panen Kopi Meriah
Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah didampingi Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM serta seorang budayawan, Fikar W Eda memukul gong tanda dimulai pagelaran Festival Panen Kopi Gayo di Kampung Gunung Suku Rawe, Kecamatan Lut Tawar, Sabtu (16/2). SERAMBI/MAHYADI 

REDELONG - Plt Bupati Abuya Sarkawi membuka secara resmi pagelaran Festival Panen Kopi Bener Meriah tahun 2018 di Seladang Cafe, Kampung Rembele, Kecamatan Wih Pesam, Senin (19/11). Kegiatan festival tersebut merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Gayo Alas Mountain Internasional (GAMI) Festival 2018. Acara yang berlangsung selama tiga hari itu, sejak Senin hingga Rabu (19-21/11), bertema “Melestarikan Budaya, Menyejahterakan Masyarakat.”

Plt Bupati Bener Meriah dalam sambutannya mengatakan, kopi merupakan sebuah manifestasi rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah untuk masyarakat Gayo, khususnya Kabupaten Bener Meriah. “Karena masyarakat Gayo sebagian besar hidup dari kopi, dibesarkan dengan kopi, keseharian mereka adalah kopi. Gayo adalah kopi. Jadi kopi adalah ruh, semangat yang membesarkan Gayo, dan Gayo dikenal karena kopinya juga,” ucap Abuya bersemangat.

Abuya saat membuka festival kopi itu juga memberikan sebuah ungkapan, “Gere ara kupi gere ara cerite. dele kupi dele cerite’ (Tidak ada kopi tidak ada cerita, banyak kopi banyak cerita).” Ungkapan tersebut sebagai wadah terciptanya informasi dengan adanya minum kopi. Pasalnya, kata dia, interaksi antar sesama masyarakat akan terbangun dengan meminum kopi.

Dikatakan, untuk tahun depan Bener Meriah akan mengadakan sebuah acara kenduri kopi serta berdoa bersama-sama. Kenduri kopi tersebut diharapkannya dapat melibatkan semua komponen masyarakat. “Inilah mungkin wujud rasa syukur kita bersama-sama kepada Allah yang telah memberikan rahmat-Nya kepada kita masyarakat Bener Meriah. Saya meminta agar Sekda dapat mempertimbangkan anggarannya, “ kata Abuya Sarkawi.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Ramadani, mengatakan, Festival Panen Kopi yang dilaksanakan perdana itu setidaknya melibatkan masyarakat, komunitas kopi, dan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan menarik selama berlangsungnya festival.

Ditambahkannya, festival tersebut bertujuan melestarikan budaya masyarakat Gayo dalam mengolah kopinya menjadi kopi terbaik dunia dengan citarasa tinggi, menjadi salah satu sumber pemasukan bagi warga, dan sekaligus menjadi salah satu daya tarik pariwisata berbasis agro.(c51)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved