Nelayan Aceh di Myanmar Dikebumikan Secara Islam

Dubes Myanmar untuk Indonesia, Ei Ei Khin Aye, mengatakan bahwa nelayan Aceh yang meninggal dunia di Myanmar

Nelayan Aceh di Myanmar Dikebumikan Secara Islam
FOTO FIKAR W.EDA/SERAMBI
WAKIL Rakyat Aceh Nasir Djamil bersama Dubes Myanmar untuk Indonesia di Jakarta, Senin (19/11). Nasir menyerahkan hadiah rencong yang terbuat dari batu giok bakck jade.

* Nasir Djamil Temui Dubes Myanmar

JAKARTA - Dubes Myanmar untuk Indonesia, Ei Ei Khin Aye, mengatakan bahwa nelayan Aceh yang meninggal dunia di Myanmar telah dikebumikan secara Islam. Hal itu disampaikan Dubes dalam pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, Nasir Djamil, di Kedubes Myanmar, Jakarta, Senin (19/11).

Nasir menemui Dubes Myanmar untuk membebaskan 15 nelayan Aceh yang saat ini ditahan oleh Pemerintah Myanmar atas tuduhan ilegal fishing dan ilegal entry atau memasuki kawasan tanpa izin. Nasir Djamil mengatakan, nelayan Aceh lainnya yang sedang ditahan agar diberikan makanan halal. “Syukur Alhamdulillah bahwa nelayan Aceh dikebumikan sesuai syariat Islam dan diharapkan mereka yang ditahan agar diberikan makanan halal,” ujar Nasir.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu dari 16 nelayan Aceh yang ditangkap di Kawthaung, Provinsi Tanintharyi, Myanmar dipastikan meninggal dunia setelah melompat dari kapal laut saat akan ditangkap oleh Angkatan Laut Myanmar.

Nelayan tersebut bernama Nurdin bin Nur Aman (41) asal Aceh Timur itu. “Kita mendoakan almarhum diampuni dosa dan kesalahannya dan keluarga tetap tabah menerima cobaan ini,” ujar Nasir seusai pertemuan.

16 nelayan Aceh itu menggunakan Kapal Boat Bintang Jasa asal Idi Aceh Timur diduga mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing di laut dan masuk dalam wilayah perairan Myanmar. Angkatan Laut Myanmar kemudian menangkap mereka dan saat ini ditahan di Kawthaung, Provinsi Thanintharyi.

Di masa mendatang, lanjut Nasir Djamil yang duduk di Komisi III DPR RI, jika ada nelayan Aceh yang terdampar di perairan Myanwar tidak perlu diproses hukum, melainkan langsung dikembalikan ke Aceh. “Sebab mereka adalah nelayan yang bekerja menangkap ikan,” ujar Nasir Djamil.

Dubes Myanmar, Ei Ei Khin Aye, mengatakan ini adalah kasus nelayan Aceh pertama yang ditangkap di Myanmar. “Ini kasus pertama dari nelayan Aceh. Sebelumnya banyak dari nelayan Thailand, Bangladesh,” kata Dubes Ei Ei Khin Aye. (fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved