Proyek Irigasi Lhok Guci Harus Berlanjut

Pembangunan proyek bendungan irigasi Lhok Guci yang terletak di Desa Semantok, Kecamatan Pante Ceureumen

Proyek Irigasi Lhok Guci Harus Berlanjut
IST
Plt Ketua DPRA Sulaiman Abda didampingi PPK Pelaksana Proyek pembangunan bendungan irigasi Lhok Guci, Aceh Barat, sedang meninjau pembangunan saluran primer irigasi di Desa Seumantok, Kecamatan Pante Ceureumen.

Pembangunan proyek bendungan irigasi Lhok Guci yang terletak di Desa Semantok, Kecamatan Pante Ceureumen, yang jaringan saluran primernya melintasi Kecamatan Kaway XVI, Bubon, Samatiga, Johan Pahlawan, dan lainnya di Kabupaten Aceh Barat, harus tetap dilanjutkan hingga tuntas. “Ada ribuan petani padi, jagung, dan kedelai, dalam i lima kecamatan di Aceh Barat yang sangat berharap proyek itu tuntas, sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya untuk mengaliri sawah petani seluas 12.700 hektare, “ kata Plt Ketua DPRA Sulaiman Abda kepada wartawan, Senin (19/11).

Dikatakan Sulaiman, ada beberapa tujuan pembangunan proyek irigasi itu. Pertama, untuk menunjang program pemerintah dalam kegiatan swasembada beras dan ketahanan pangan nasional. Kedua, mengembangkan pola pertanian maju dan modern. Ketiga, meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani serta memperluas kesempatan kerja. Keempat, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran.

Sasaran dari pembangunannya, lanjut Sulaiman Abda, untuk penyediaan prasarana dan sarana irigasi yang memadai dalam rangka meningkatkan intensitas tanam dan membuka lahan baru. Pembukaan lahan baru itu dimaksudkan untuk penambahan areal persawahan, sebagai pengganti areal sawah yang sudah dialihfungsikan penggunaannya oleh pemilik tanah dan pemodal. Misalnya untuk areal perkebunan kelapa sawit, karet, dan lainnya.

Proyek bendungan irigasi Lhok Guci itu, kata Sulaiman Abda, akan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat Aceh Barat. Di antaranya, meningkatkan produksi dan produktivitas gabah petani. Dengan adanya irigasi, petani padi di wilayah irigasi Lhok Guci bisa menanam padi dua kali. Kecuali itu, pada masa kosog tanam padi, lahan sawahnya dapat ditanami jagung, kedelai, cabe, tomat, dan tanaman lainnya.

Sangat banyak manfaat pembangunan bendungan irigasi itu. Tidak hanya untuk sektor produktif tanaman pangan, tapi juga untuk sektor usaha produktif lainnya yang akan muncul, setelah sektor utama pertanian tanaman pangan berjalan aktif dan terjadwal dalam masa tanam gadu dan rendeng.

Selain itu, jasa usaha sewa menyewa mesin-mesin pertanian juga akan muncul. Diantaranya, jasa usaha sewa traktor atau mesin pengolah tanah, mesin tanam padi dan mesin potong padi.

Kegiatan usaha bidang pertanian secara bertahap tidak lagi menggunakan tenaga manusia, tapi akan beralih kepada peralatan mesin seperti yang telah berjalan di wilayah pantai timur-utara Aceh. Untuk mengolah sawah, tanam padi dan panen padi, petani sudah menggunakan jasa sewa alat pengolah tanah, traktor, alat tanam padi, dan mesin combain patong padi.

Tahapan masa kerja tanam padi sampai panen padi menjadi lebih singkat. Kebiasaan tanam padi petani lambat laun akan bergeser dari tradisional menjadi semi moderen dan moderen. “Ini sudah merupakan tuntutan zaman, yang tidak bisa dihindari, karena peralatannya sudah tersedia dan mudah untuk mendapatkannya,” kata Sulaiman.

Pada akhir tahun 2018, setelah 17 km dari 54 km saluran primer yang direncanakan tuntas dibangun, menurut laporan yang diterima Sulaiman Abda, sekitar 1.400 hektare areal sawah di sana sudah bisa ditanam padi dua kali dalam satu tahun. “ Ini artinya, pendapatan petani akan meningkat 100 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Sulaiman Abda.

Untuk melanjutkan pembangunan jaringan primer bendungan Irigasi Lhok Guci di Desa Seunebok, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sudah mengalokasikan dana Rp 225 miliar. “Anggaran sebesar itu akan digunakan untuk pembangun tambahan jaringan primer sepanjang 8 km dan fasilitas infrastruktur lainnya mulai tahun 2019-2020,” kata Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh, T Maksal kepada wartawan di ruang kerjanya, Banda Aceh, Senin (20/11).

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved