Tafakur

Transformasi Ilmu

Barangsiapa menuntut ilmu untuk membodohi orang, atau menantang para ulama, atau mencari perhatian manusia, maka dia masuk neraka

Transformasi Ilmu

Oleh: Jarjani Usman

“Barangsiapa menuntut ilmu untuk membodohi orang, atau menantang para ulama, atau mencari perhatian manusia, maka dia masuk neraka” (HR. Ibnu Majah).

Ilmu bukan hanya wajib dipelajari, tetapi juga diharapkan bertransformasi dalam diri kita. Maksudnya adalah ilmu yang dipelajari berdampak positif terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku. Ilmu bukan untuk dibangga-banggakan. Bahkan, membangga-banggakannya termasuk pertanda gagalnya transformasi ilmu dan dilarang dalam Islam.

Dalam perilaku, misalnya, ilmu yang sudah bertransformasi dalam diri seseorang akan membentuk perilaku yang baik. Hal itu bisa terjadi karena dalam mencari ilmu, seseorang meniatkannya karena Allah. Bila betul-betul belajar karena Allah, akan sadar betapa luasnya ilmu Allah, yang tak mungkin sanggup dipelajari kecuali sedikit saja.

Ilmu Allah mencakup segala hal, tetapi seseorang hanya sanggup menguasai satu atau beberapa bidang saja dalam taraf yang terbatas. Contohnya, dokter yang sudah disahkan sebagai spesialis suatu bidang belum sanggup menguasai semua hal tentang bidangnya dengan sempurna. Belum lagi di bidang yang lain.

Makanya, walaupun sudah menjadi ahli dalam suatu bidang, tak sepatutnya membentuk sikap tinggi hati. Jika ilmu untuk dibanggakan dan membuat seseorang sombong, iblis pun pernah merasa demikian, sehingga dikutuk oleh Allah. Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa siapa yang menyerupai perilakunya dengan suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka (HR. Ahmad).

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved