Direksi Mahirah Muamalah Syariah Kunjungi Serambi  

Direksi dan jajaran PT Mahirah Muamalah Syariah (MMS) mengunjungi Kantor Harian Serambi Indonesia

Direksi Mahirah Muamalah Syariah Kunjungi Serambi   
SERAMBI/M ANSHAR
KEPALA Badan Investasi dan Promosi Aceh, Aulia Sofyan berbicara dengan Pemimpin Perusahaan Harian Serambi Indonesia, Mohd Din dalam kunjungan silaturahmi ke Kantor Harian Serambi Indonesia, Meunasah Manyang PA, Aceh Besar, Rabu (21/11). 

BANDA ACEH - Direksi dan jajaran PT Mahirah Muamalah Syariah (MMS) mengunjungi Kantor Harian Serambi Indonesia, Meunasah Manyang, Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (21/11). Kunjungan diterima Pimpinan Perusahaan PT AMG, Mohd Din, Sekretaris Redaksi, Bukhari M Ali, Manajer Iklan, Hari Teguh Patria, dan Manajer Percetakan, Firdaus.

“Jadi tujuan utama lahirnya MMS yaitu untuk memberdayakan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah dan memberantas rentenir,” ujar Direktur Operasional PT MMS, Mufied Alkamal.

Ia menyebutkan, masyarakat tak perlu khawatir karena Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) ini, berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Badan Usaha Milik Pemerintah Daerah (BUMD) Kota Banda Aceh ini, juga menyalurkan bantuan disabilitas Rp 4 juta per tahun dan santunan dana kematian Rp 3 juta per jiwa.

Sementara itu Direktur Utama PT MMS, T Hanansyah dalam kesempatan yang sama memaparkan, MMS merupakan satu-satunya LKMS di Indonesia berbentuk BUMD. Lembaga yang berdiri Desember 2017 lalu itu, kini melayani 700 peminjaman dengan fokus pada usaha kecil.

Ia menyebutkan, untuk pinjaman maksimal Rp 2 juta, tidak dikenakan agunan. Peminjam tinggal menyiapkan persyaratan administrasi berupa KTP dan surat menikah (jika ada), serta surat rekomendasi dari camat. Surat ini menggantikan surat keterangan keuchik. Prosedurnya yaitu nasabah mengajukan pinjaman, analisis, survei, akad, saksi, dan pencairan.

“Jadi beda konvensional sama syariah itu ada dua, yaitu prinsip dan aqad. Ibaratnya seperti orang meucewek (pacaran) dengan menikah,” tambah Dewan Pengawas Syariah MMS, Tgk Tarmizi M Daud.

Saat ini lembaga tersebut sudah tersebar di 90 gampong dalam sembilan kecamatan se-Banda Aceh. Termasuk di dalamnya 70 kelompok wanita yang beranggotakan sepuluh anggota per kelompoknya. MMS akan meluaskan layanan dengan menyasar 30 gampong lainnya di kota itu. (rul)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved