Salam

Seleksi Calon WN Diinginkan Terbuka

Banyak kalangan di Aceh mempertanyakan mengapa panitia seleksi calon Wali Nanggroe (Pansel Calon WN)

Seleksi Calon WN Diinginkan Terbuka
SERAMBI/SENI HENDRI
MANTAN kombatan GAM Pereulak, Aceh Timur, Nasrul alias Tekong Nahon saat menyampaikan desakan agar Tgk Malik Mahmud Alhaytar mundur dari jabatannya sebagai wali nanggroe, Jumat (16/11). 

Banyak kalangan di Aceh mempertanyakan mengapa panitia seleksi calon Wali Nanggroe (Pansel Calon WN) untuk periode mendatang belum terbentuk. Padahal, masa jabatan Malik Mahmud Al-Haythar selaku Wali Nanggroe Aceh periode pertama akan berakhir pada 16 Desember 2018.

Sehubungan belum terbentuknya Pansel Calon WN, tiga hari lalu seorang ulama Aceh, Tgk H Ahmad Tajuddin atau yang akrab disapa Abi Lampisang, mengadu ke Ombudsman Perwakilan Aceh. “Kami datang ke sini (Kantor Ombudsman Aceh) ingin berkonsultasi dan membuat pengaduan, yaitu terkait belum dibukanya seleksi calon Wali Nanggroe. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa masa jabatan Wali Nanggroe yang sekarang sudah mau habis,” kata Abi Lampisang kepada Ketua Ombudsman Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husin.

Menurut Taqwaddin, Abi Lampisang mempertanyakan hal itu karena sang ulama mendukung eksistensi Lembaga Wali Nanggroe di Aceh. “Lembaga Wali Nanggroe, selain amanah undang-undang juga merupakan kekuatan pemersatu rakyat. Sehingga tugas dan fungsi Wali Nanggroe harus lebih aktif dan hal ini ke depan juga harus disosialisasikan supaya masyarakat paham,” kata Abi Lampisang.

Pihak Ombudsman berjanji menindaklanjuti laporan itu. Laporan Abu Lampisang itu secepatnya ditindaklanjuti mengingat masa jabatan yang sudah tidak lama lagi yang diemban Wali Nanggroe yang sekarang. Langkah yang akan dilakukan Taqwaddin dkk antara lain akan minta klarifikasi kepada pihak Katibul Wali Nanggroe dan pihak lain terkait masalah itu supaya segera diselesaikan.

Ya, baik Abi Lampisang maupun Taqwaddin adalah orang-orang yang kita nilai memiliki pemahaman yang cukup tentang Lembaga Wali Nanggroe, khususnya prosedur penggantian WN. Karenanya, semua dilakukan sesuai jalurnya. Dan, kita sangat mengapresiasi cara yang ditempuh Abi Lampisang dalam memperjuangan proses pelaksanaan suksesi WN secara tertib, terbuka, dan sesuai aturan. Dan, cara ini juga lebih elegant dibanding dengan omelan warganet di media sosial atau masyarakat di warung kopi.

Intinya, semua kalangan yang mempertanyakan tentang Pansel Calon WN itu adalah menginginkan proses pergantian WN ini dilaksanakan sesuai dengan perintah Qanun dan aturan-aturan terkait lainnya. Mereka tidak bicara siapa yang harus menduduki jabatan terhormat itu nantinya, yang mereka inginkan, intinya ada dua hal. Pertama, proses pergantian WN berlangsung secara terbuka, sesuai prosedur, dan tentu saja mengakomodir pendapat banyak kalangan. Kedua, siapapun yang nantinya terpilih menjadi WN, maka perannya harus jelas dan keberadaannya dirasakan oleh masyarakat Aceh yang berkultur islami ini.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved