Salam

Kita Menanti Kejutan dari Arena PORA XIII

Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII tahun 2018 telah berlangsung lebih separuh jalan. Hingga tengah hari kemarin

Kita Menanti Kejutan dari Arena PORA XIII
SERAMBI/JALIMIN
PLT Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT memukul rapa-i saat pembukaan PORA XIII Aceh Besar 

Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII tahun 2018 telah berlangsung lebih separuh jalan. Hingga tengah hari kemarin, dari 160 medali emas yang telah diperebutkan, kita belum melihat adanya kejutan, misalnya pemecahan rekor nasional dan lain-lain. Namun demikian, kita masih menanti adanya kejutan itu dalam perebutan 240 medali emas lagi. PORA 2018 yang dituanrumahi oleh Kabupaten Aceh Besar ini memperebutkan 400 medali emas di 29 cabang olahraga.

Hingga siang kemarin, tuan rumah Aceh Besar masih sangat kokoh di tabel perolehan medali sementara dengan 56 medali emas, sedangkan saingan terdekatnya Aceh Tengah, Aceh Timur, dan Banda Aceh belum mencapai separuh dari jumlah medali yang telah dikoleksi tuan rumah. Sebagai cacatan, cabang-cabang yang menjadi tambang medali emas bagi Aceh Besar antara lain atletik dan renang.

Di balik prestasi gemilang yang dicapai Aceh Besar itu, kita juga masih mencatat, hingga hari ketiga pelaksanaan PORA XIII, ada lima daerah yang belum meraih medali emas yakni Kabupaten Bireuen, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, dan Nagan Raya. Yang tersebut terakhir malah belum memperoleh medali apapun dari arena PORA.

Prestasi masing-masing daerah di gelanggang itu akan terlihat di akhir PORA nanti. Sebab, ada daerah-daerah yang “tambang” medalinya di cabang-cabang tertentu yang mungkin belum dipertandingkan. Dengan sisa 240 medali emas, segala kemungkinan masih akan terjadi pada klasemen perolehan medali. Dan, klasemen itu dilihat masyarakat sebagai prestasi olah raga masing-masing kebupaten/kota di Aceh. Yang medalinya banyak tentu dinilai sebagai daerah yang bagus dalam pembinaan olahraganya. Sedangkan yang medalinya sedikit pastilah dinilai sebagai kurang becus membina olahraga.

Arena PORA sesungguhnya adalah wadah bagi Pemerintah Provinsi Aceh untuk menginventarisir talenta-talenta terbaik guna mewakili Aceh ke kompetisi tingkat regional, nasional, atau bahkan antarbangsa. Oleh karena itu, PORA bagi seorang atlet bukan hanya sekadar dapat meraih medali sebanyaknya-banyaknya, tapi juga setinggi-tingginya. Maka di awal tadi kita katakan bahwa arena PORA harusnya bisa memberi kejutan-kejutan di cabang-cabang yang terukur, seperti atletik, renang, angkat berat/besi. Di cabang-cabang seperti ini, angka yang dicapai seorang atlet bisa terlihat hebat atau tidak. Misalnya kecepatan lari, ketinggian melompat, kejauhan melempar, dan lain. Capaian itu bisa dibandingkan dengan rekor PORA berapa, rekor Porwil berapa, rekor PON berapa? Jika atlet-atlet di banyak cabang capaiannya memecahkan rekor-rekor atau paling tidak mendekatinya, maka di situlah kita mengukur kualitas PORA, berkualitas atau tidak.

Jadi, harapan kita, di sisa medali emas yang masih banyak itu, hendaknya ada kejutan-kejutan prestasi yang diciptakan para atlet Aceh. Selamat berjuang!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved