Rumah Bantuan Jadi Tempat Singgah Ternak

Sebanyak 50 rumah bantuan di Gampong Mantak Raya, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie yang selesai dibangun pada awal tahun 2016

Rumah Bantuan Jadi Tempat Singgah Ternak
SERAMBI/NUR NIHAYATI
RUMAH bantuan untuk nelayan di Gampong Mantak Raya, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, menjadi tempat singgah ternak. Foto direkam Kamis (22/11). 

SIGLI - Sebanyak 50 rumah bantuan di Gampong Mantak Raya, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie yang selesai dibangun pada awal tahun 2016 hingga kini masih telantar, karena belum disalurkan ke penerima. Malah, rumah tipe 36 yang diperuntukkan bagi nelayan setempat itu sekarang kerap menjadi tempat bernaung ternak kambing.

Padahal, rumah yang dibangun dengan APBN 2015 mencapai miliaran rupiah itu dilengkapi jaringan air PDAM dan instalasi pengolahan air limbah. Amatan Serambi kemarin, kondisi rumah tidak terawat. Beberapa pintu dan jendela sudah lepas dan hilang. Cat rumah tersebut juga mulai memudar. Bahkan, dua kambing terlihat berteduh di dalam salah satu rumah.

Camat Simpang Tiga, Abdul Manan yang ditanyai Serambi kemarin, mengaku belum mendapat informasi dari pihak pemkab terkait penggunaan rumah bantuan untuk nelayan tersebut.

Secara terpisah, Asisten II Setdakab Pidie, H Maddan SE MSi mengatakan, minggu depan pihaknya akan memanggil semua pihak terkait untuk membahas teknis pembagian rumah bantuan tersebut dan siapa saja yang berhak menerimanya.

Untuk diketahui, selama ini Pemkab Pidie selalu beralasan akan memverifikasi penerima bantuan tersebut. Meski lokasinya di Gampong Mantak Raya, tapi penerimanya bukan saja nelayan dari Mantak Raya, melainkan nelayan dari desa lain di kecamatan itu.

Ketua Komisi C DPRK Pidie, Isa Alima menyatakan, sikap Pemkab Pidie menunda-nunda penyaluran rumah bantuan itu merugikan rakyat. Seharusnya, kata Isa, aset yang sudah ada itu segera disalurkan kepada yang berhak sehingga tidak telantar terus-menerus.

“Biasanya setiap rumah bantuan dibangun pasti sudah ada data awal proposal siapa penerimanya. Apakah data awal yang dulu disampaikan cuma data bodong atau bagaimana. Mengapa sampai sekarang penerima rumah bantuan tersebut belum juga jelas?” tanya Isa bernada kecewa. (aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved