Bantuan untuk Santri Rp 1 M belum Cair

Bantuan pendidikan untuk santri miskin yang mondok di dayah dalam 23 kabupaten/kota di Aceh Rp 1 miliar

Bantuan untuk Santri Rp 1 M belum Cair

* Dari Baitul Mal Aceh

LHOKSUKON - Bantuan pendidikan untuk santri miskin yang mondok di dayah dalam 23 kabupaten/kota di Aceh Rp 1 miliar dari Baitul Mal Aceh, hingga kemarin belum cair. Oleh karena itu pimpinan dayah di Aceh Utara berharap pihak Baitul Mal Aceh memberikan informasi kepada santri, karena selama ini santri selalu mempertanyakan hal tersebut kepada pimpinan dayah.

Informasi yang diperoleh Serambi, di Aceh Utara, santri yang mendapatkan beasiswa tersebut antara lain dari Dayah Ashabul Yamin, Kecamatan Paya Bakong, Darul Ma’rifah, Kecamatan Banda Baro, Dayah Tgk Chik Keumangan Kuta Ara Bungkok Al Aziziah Landing, Lhoksukon, dan Dayah Babussalam, Matangkuli.

Para Santi sudah menyerahkan buku rekening dan meneken berkas amprahan sebelum Ramadhan atau Mei 2018. Saat itu petugas Baitul Mal menyebutkan akan mencairkan bantuan tersebut pada September 2018. Namun, karena sudah memasuki November, bantuan itu belum dicairkan, sehingga santri mengadukan persoalan tersebut kepada pimpinan dayah.

“Banyak santri yang mempertanyakan hal ini kepada pimpinan dayah, termasuk saya. Namun, kami juga tidak bisa memberikan jawaban pasti, karena kami juga tidak mendapat informasi kapan jadwal pencairan bantuan tersebut,” ujar Sekretaris Tastafi Aceh Utara, Tgk Zulfadli HT Ismail kepada Serambi, Jumat (23/11).

Menurut Tgk Zulfadli, para santri mempertanyakan hal itu, karena ketika proses penekenan berkas amprahan dan penyerahan buku rekening kepada petugas, pihak petugas menyebutkan akan mencairkan bantuan pendidikan itu September. “Sejumlah santri mengaku bantuan itu akan dicairkan pada September. Oleh karena sudah melewati dua bulan dari yang disampaikan, sehingga mereka mempertanyakan,” katanya.

Menurut Tgk Zulfadli, pihaknya juga berharap bantuan pendidikan tersebut terus diberikan kepada santri, apalagi banyak santri yang mondok di dayah-dayah di Aceh Utara dan kemungkinan di kabupaten/kota lain berasal dari keluarga miskin. Dengan adanya bantuan itu tentu akan sangat membantu mereka. “Ini kami sampaikan agar santri dan wali santri tidak mencurigai pimpinan dayah,” kata Tgk Fadli yang juga pimpinan dayah di Lhoksukon.

Ketua Unit Beasiswa Baitul Mal Aceh, Mahfud, kepada Serambi kemarin menyebutkan, pihaknya tidak pernah berjanji akan mencairkan bantuan pendidikan itu pada September. Namun, pihaknya menyebutkan beasiswa itu akan dicairkan secepatnya bila proses administrasi selesai. “Tahap pertama akan kita cairkan dalam waktu dekat, untuk 13 kabupaten/kota di Aceh,” katanya.

Sedangkan untuk sepuluh kabupaten/kota lagi akan dicairkan nantinya pada Desember mendatang. “Jadi bantuan terlambat dicairkan karena terlambat diterima data pengamprahan dari 23 kabupaten/kota, sehingga pihaknya harus menunggu dari semua daerah, karena pencairan bukan per kabupaten/kota, tetapi harus bersamaan,” katanya. (jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved