Eks Sekda Polisikan Honorer

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Barat, Drs Bukhari MM bersama T Putra Azmisyah, seorang PNS di kabupaten

Eks Sekda Polisikan Honorer
SERAMBI/RIZWAN
MANTAN Sekda Aceh Barat, Drs Bukhari MM bersama T Putra Azmisyah, PNS pemkab setempat, membuat laporan ke Polres Aceh Barat karena tidak terima nama mereka diseret dalam daftar penerima dana pungli yang dibeberkan oleh seorang honorer ketika aksi demo di gedung DPRK Aceh Barat, Senin lalu. Foto direkam Jumat (23/11). 

* Namanya Diseret dalam Dugaan Pungli Penerimaan CPNS

MEULABOH - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Barat, Drs Bukhari MM bersama T Putra Azmisyah, seorang PNS di kabupaten itu, Jumat (23/11), membuat laporan resmi ke Polres Aceh Barat. Kedua mantan pejabat di Aceh Barat itu mengaku nama mereka diseret-seret serta dituduhkan sebagai penerima dana pungutan liar (pungli) untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) ketika aksi demo honorer kategori dua (K2) ke gedung dewan setempat pada Senin (19/11) lalu.

Bukhari yang saat ini bertugas sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh datang bersama Putra Azmisyah yang akrab disapa Poncut itu sekira pukul 11.00 WIB. Keduanya melaporkan ke polisi dengan terlapor seorang honorer K2 yang membeberkan bukti fotokopi kuwitansi ketika aksi demo di DPRK pada Senin lalu, yang di dalam kuwitansi tertera nama kedua orang tersebut.

Turut pula dilampirkan dalam pelaporan ke polisi, bukti berita sejumlah media online dan cetak terkait kasus tersebut. “Pelaporan ke polisi karena nama kami diseret-seret dalam kasus itu. Kami tidak pernah menerima apa yang dituduhkan. Itu semua fitnah,” kata Bukhari kepada wartawan di sela-sela melaporkan kasus tersebut.

Menurut Bukhari, usai melaporkan secara resmi pihaknya berharap pihak kepolisian segera mengusut semua pihak yang terlibat untuk diproses sesuai hukum berlaku. Dia menyebutkan, para terlapor disangkakan telah melalui pencemaran nama baik terhadap dirinya, sehingga bisa dijerat denyan Undang-undang ITE (Informasi Transaksi Elektronik). “Bukti-bukti pelaporan turut kami lampirkan. Termasuk kliping berita,” beber dia.

Poncut menambahkan, apa yang dituduhkan terhadap dirinya adalah fitnah, sehingga dia melaporkan kasus itu ke polisi agar tidak menimbulkan kesan seolah-olah pernah menerima pungli. “Padahal tidak pernah sama sekali dan jelas itu bentuk fitnah,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan honorer K2 yakni tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga administrasi, dalam lingkup Pemkab Aceh Barat, Senin (19/11), berdemo ke gedung DPRK setempat. Mereka menuntut agar DPRK turut memperjuangkan honorer untuk diangkat menjadi CPNS.

Selain itu, dalam aksi yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut, pendemo juga turut menyuarakan dugaan pungli dalam penerimaan CPNS dari kalangan honorer, beberapa tahun silam. Bahkan, seorang peserta aksi sempat menunjukkan dua lembar fotokopi kuwitansi bukti adanya penyerahan uang kepada oknum pejabat Pemkab sebesar Rp 15 juta dan Rp 45 juta pada tahun 2012 dan 2015. “Ini bukti. Kenapa bisa ada penyerahan uang seperti ini,” ujar Irfan Marunduri, salah seorang peserta demo.

Tak hanya sekali, aksi demo lanjutan kembali dilancarkan honorer K2 di Aceh Barat pada Kamis (22/11), ke gedung dewan. Namun, demo kali itu lebih kepada desakan agar para honorer bisa secepatnya diangkat menjadi CPNS. Kecuali itu, pasca mencuatnya kasus dugaan pungli tersebut, Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh Barat juga turut bersuara untuk mendorong kepolisian mengusut tuntas kasus itu.

Sementara itu, Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, melalui Kasat Reskrim Iptu M Isral, didampingi KBO Reskrim Ipda P Pangabean, saat ditanyai Serambi, kemarin, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari mantan Sekda Aceh Barat, Bukhari dan T Putra Azmisyah, PNS setempat, dengan terlapor seorang honorer K2. Pelaporan itu terkait dugaan pencemaran nama baik. “Kami akan pelajari dan usut kasus itu,” tukas Pangabean.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved