GAMIFest Ditutup, Dimeriahkan dengan Penampilan Tari Saman Bale Asam

Penutupan kegiatan GAMIFest 2018 dimeriahkan dengan penampilan tari Saman Bale Asam dengan jumlah penari 660 orang.

GAMIFest Ditutup, Dimeriahkan dengan Penampilan Tari Saman Bale Asam
serambinews.com
Penari pria menunjukkan kebolehannya menarikan tari saman dalam penutupan GAMIFest 2018 di lapangan Stadion Seribu Bukit Galus, Sabtu (24/11/2018). 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Gayo Alas Mountain Festival (GAMIFest) yang selama ini berlangsung di empat kabupaten bertetangga di dataran tinggi gayo dan alas, secara resmi ditutup oleh perwakilan Dirjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Deputi Kementerian Bidang Koordinasi, Sabtu (24/11/2018), di lapangan stadion Seribu Bukit Gayo Lues (Galus).

Penutupan kegiatan GAMIFest 2018 ini dimeriahkan dengan penampilan tari Saman Bale Asam dengan jumlah penari 660 orang dari sebelas kecamatan.

Deputi Kementerian Bidang Koordinasi, Dr Ir Famuji dalam sambutan penutupannya mengatakan, kegiatan GAMIFest akan terus dilaksanakan dalam tiga tahun berturut-turut di empat kabupaten serumpun tersebut.

Kegiatan ini bertujuan untuk pengembangan kawasan Dataran Tinggi Gayo Alas (Datiga) dengan melestarikan budayanya. Selain itu daerah ini  juga dikenal dengan kawasan TNGL dan dikenal dengan produksi kopi gayo selama ini.

Baca: GAMIFest Jadi Kegiatan Tahunan, Tahun 2019 Dibuka di Gayo Lues dan Ditutup di Bener Meriah

Baca: Kepala Bappeda Sebut GAMIFest Salah Satu Pendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Ia mengatakan, tahun depan, kegiatan itu akan dibuka di Galus dan ditutup di Aceh Tenggara. Selanjutnya pada tahun 2020, dibuka di Aceh Tenggara ditutup di Bener Meriah. Ini merupakan salah satu usaha dalam bentuk kekompakan untuk mengejar ketertinggalan selama ini di kawasan Datiga tersebut.

Famuji juga mengatakan, pada tahun 2019, gedung saman center akan dibangun di kabupaten itu. "Tari saman menjadi ikon persatuan dengan geraknya yang begitu kompak dan rapi dalam memainkan penampilannya,"sebutnya.

Bahkan setiap tanggal 24 November juga sudah ditetapkan sebagai Hari Saman Sedunia dan menjadi sejarah bagi masyarakat Gayo khususnya.(*)

Penulis: Rasidan
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved