Gunong Ceuncrang Aceh Jaya Kembali Longsor

Jalan Nasional Meulaboh-Banda Aceh, tepatnya di kilometer 132, kawasan Gunung Ceuncrang, Kecamatan Setia Bakti,

Gunong Ceuncrang Aceh Jaya Kembali Longsor
IST
Jalan Nasional kawasan Gunung Ceuncrang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya tepatnya kilometer 132 kembali tertutup akibat longsor, Jumat (23/11). 

* Lalu Lintas Dialihkan ke Jalur Alternatif

CALANG - Jalan Nasional Meulaboh-Banda Aceh, tepatnya di kilometer 132, kawasan Gunung Ceuncrang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya kembali tertutup reruntuhan longsor tebing gunung, Jumat (23/11) pagi kemarin.

Informasi yang diperoleh Serambi, longsor tersebut terjadi pada pukul 07.30 WIB, dan menyebabkan akses utama jalan nasional wilayah barat selatan Aceh tersebut lumpuh total. Akibatnya, lalu lintas terpaksa dialihkan menggunakan jalan alternatif yang merupakan jalur lama.

Salah seorang pengguna jalan kepada Serambi, Jumat (23/11), mengatakan, saat itu ia hendak melintas melewati kawasan itu, namun tidak bisa lantaran badan jalan sudah tertimbun batu yang runtuh dari tebing di pinggir jalan. “Jalan sekarang dialihkan ke jalan alternatif karena longsor nutupin seluruh badan jalan,” jelas seorang warga di kawasan tersebut.

Namun begitu, menurut Kapolres Aceh Jaya, AKBP Eko Purwanto yang berada di lokasi kejadian, saat ini jalan tersebut sudah bisa dilalui kembali. “Ini lagi dibersihkan, jalan juga sudah bisa dilewati, tapi kepada para pengendara tetap diimbau untuk berhati-hati,” ucapnya.

Data yang dihimpun Serambi, dalam bulan November 2018 ini saja, kawasan kilometer 132, Gunong Ceuncrang sudah mengalami lebih dari empat kali longsoran yang menyebabkan akses lalu lintas terganggu. Pada 2 November, longsor dua kali terjadi, menjelang subuh dan menutupi sebagian badan jalan. Namun kemudian, disusul dengan longsor besar yang menyebabkan akses jalan lumpuh hingga 4 jam. Untuk mengantisipasi longsor susulan, pada 3 dan 5 November 2018, Satker Badan Jalan Nasional bersama BPBD Aceh Jaya melakukan peruntuhan tebing gunung yang sudah membahayakan pengendara dengan membuat longsor buatan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh untuk serius menangani permasalahan longsor di sepanjang Jalan Nasional Meulaboh-Banda Aceh tersebut. Hal itu disampaikan Bupati Aceh Jaya, T Irfan TB kepada Serambi, Jumat (23/11).

“Kami sangat mengharapkan penanganan serius dari provinsi terhadap titik rawan longsor di lintasan Jalan Banda Aceh-Meulaboh di Aceh Jaya,” pinta Irfan TB.

Ia juga meminta agar penanganannya tidak sekedar membersihkan reruntuhan bebatuan di lokasi saja, tapi perlu juga penanganan tebing gunung yang memang sudah retak di atasnya dan batu yang masih bergantung di lereng gunung itu.

“Mengingat struktur gunung yang labil, maka akan sangat rawan terjadi longsor susulan yang dikhawatirkan akan menyebabkan kecelakaan bagi pengguna jalan dan jatuhnya korban,” tandasnya.

“Sebab itu, kami sangat mengharapkan pihak provinsi menangani secara permanen titik rawan longsor, karena di atas gunung sudah terbentuk parit yang dapat menyebabkan terjadinya longsor susulan yang lebih besar nantinya,” tutupnya.

Wakil Ketua DPRK Aceh Jaya, T Asrizal menuding, penanganan longsor di kawasan Gunung Ceuncrang dilakukan secara asal-asalan alias ‘cilet-cilet’. “Penanganan runtuhnya Gunung Ceuncrang terkesan sangat ‘cilet-cilet’. Seharusnya, penanganan tersebut dilakukan dengan maksimal untuk menghindari jatuhnya korban,” tudingnya.

Untuk itu, ucapnya, pihak DPRK mendesak Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT agar lebih serius dan tidak asal-asalan dalam menangani permasalahan longsor yang menjadi rutinitas di Aceh Jaya.

“Karena ratusan kendaraan melintasi jalan ini setiap harinya, sehingga dapat mengancam jiwa pengendara jika penanganan longsor tidak dilakukan dengan serius dan maksimal,” tukasnya.(c52)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved