Laut Aceh Kaya Ikan

Provinsi Aceh yang dikelilingi lautan memiliki sumber daya ikan yang sangat melimpah

Laut Aceh Kaya Ikan
SERAMBI/HERIANTO
SEKJEN Wantanas, Lenjen TNI Doni Monardo berdialog dengan Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh, Cut Yusminar pada saat meninjau PPS Kutaradja Lampulo, Banda Aceh, Jumat (23/11). 

* Peluang Ekspor Cukup Besar

BANDA ACEH - Provinsi Aceh yang dikelilingi lautan memiliki sumber daya ikan yang sangat melimpah. Berbagai jenis ikan kualitas ekspor ada di laut Aceh. Namun melimpahnya sumber daya laut itu belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Letjen TNI Doni Monardo, saat melakukan pertemuan dengan pengusaha dan ekportir perikanan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja, Lampulo, Banda Aceh, Jumat (23/11).

Doni mengatakan, laut di Aceh memiliki potensi ikan yang sangat banyak, seperti tuna, kerapu, udang, kepiting, gurita, dan berbagai jenis lainnya. Berbagai jenis ikan tersebut sangat potensial untuk diekspor ke negara di Asia Tenggara maupun Asia. “Sayangnya, hasil potensi laut Aceh itu diekspor ke berbagai negara melalui Medan, Dumai dan bahkan Jakarta,” jelas Letjen Doni.

Agar hasil laut Aceh bisa diekspor langsung, Doni menyarankan agar Pemerintah Aceh dan pihak Angkasa Pura I membuat perusahaan kargo udara di Bandara Sultan Iskandar Muda. Tidak lagi melalui Bandara Kualanamu atau bandara-bandara lain di luar Aceh.

Dia mengatakan, sejak diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Peringatan Hari Nusantara, November 2015 lalu, PPS Kutaradja Lampulo mengalami kemajuan cukup pesat. Jumlah boat yang berlabuh untuk menjual hasil tangkapan mencapai ratusan unit per hari.

Namun begitu, lanjut Doni, sumber daya ikan yang terdapat di laut Aceh, terutama di kawasan Samudera Indonesia dan India, belum dieksploitasi secara maksimal.

“Sebelum ada kebijakan larangan kapal-kapal besar menangkap ikan di wilayah zona nelayan tradisional, nelayan kita kesulitan untuk mendapatkan ikan. Tapi setelah larangan itu dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan, hasil tangkapan nelayan tradisionil jadi meningkat,” jelas Letjen Doni.

Pada kesempatan itu, Sekjen Dewan Ketahanan Nasional ini menjelaskan, misi kunjungannya bersama rombongan ke Banda Aceh adalah untuk mendapatkan informasi mengenai program pembangunan di PPS Kutaradja Lampulo ke depan dan apa yang harus dilakukan Pemerintah Aceh, maupun pusat untuk PPS Kutaradja Lampulo.

Terkait investasi, Doni meminta kepada peserta pertemuan untuk menyampaikan kepadanya jika ada hambatan. “Kalau regulasi itu mudah. Karena regulasi yang membuatnya pemerintah bersama DPR. Yang penting, setelah regulasinya dimudahkan, pengusahanya harus serius berinvestasi di PPS Lampulo, jangan bohong,” tegasnya.

Sementara pengusaha PT Aceh Lampulo Jaya Bahari, Yohannes dan Abubakar mengelurkan tentang pembatasan izin pemanfaatan sewa lahan di PPS Lampulo yang hanya lima tahun, dan kalau diperlukan bisa diperpanjang lima tahun lagi. Regulasi itu menyulitkan mereka sebagai investor untuk mencari pinjaman ke bank. “Kami berharap izinnya bisa ditambah menjadi 20-25 tahun. Jadi ketika kami ajukan pinjaman ke perbankan, pihak bank tidak bisa memberikan pinjaman untuk investasi,” jelas mereka.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved