Pesawat Batal, Aceh Beli 3 Kapal

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, di awal kepemimpinannya pada periode kedua mengusulkan pembelian lima unit pesawat

Pesawat Batal, Aceh Beli 3 Kapal
ASRIZAL H ASNAWI,Wakil Ketua Komisi IV DPRA

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, di awal kepemimpinannya pada periode kedua mengusulkan pembelian lima unit pesawat udara melalui RABPA 2018. Tapi, usulan itu dicoret DPRA. Anggaran tersebut kemudian diplotkan untuk pengadaan tiga unit kapal feri baru dalam APBA 2019 yang rencanannya akan disahkan Desember mendatang.

Pengadaan feri itu untuk kebutuhan penyeberangan Banda Aceh-Sabang, Meulaboh-Simeulue, dan Aceh Singkil-Pulau Banyak, maupun sebaliknya. Penambahan kapal dilakukan karena selama ini minimnya armada laut yang beroperasi di wilayah itu sehingga menyulitkan warga, khususnya wisatawan yang hendak menyeberang.

“Kita anggap pembelian pesawat belum begitu penting, makanya kita alihkan ke pengadaan kapal,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRA, Asrizal H Asnawi kepada Serambi, Jumat (23/11).

Pengadaan itu telah disepakati dalam pembahasan antara Komisi IV DPRA dengan Dinas Perhubungan Aceh. Asrizal menyebutkan bahwa total anggaran usulan pembelian pesawat yang dicoret DPRA berjumlah Rp 29,3 miliar. Semua anggaran itu, sambungnya, sudah dialihkan untuk pengadaan tiga feri baru yang diusulkan dalam APBA 2019 dengan menambahkan anggaran lain.

Menurut Asrizal, satu unit kapal baru membutuhkan kisaran anggaran Rp 40-60 miliar. Karena itu, program pengadaan tiga kapal baru itu dilakukan secara multiyears yang dimulai tahun depan. “Kapal ini bukan barang jadi atau kapal bekas, tapi didesain dulu sesuai dengan kebutuhan perairan kita,” ujarnya.

Politisi PAN ini menjelaskan, dalam pembahasan awal hanya diusulkan dua kapal saja, yaitu untuk rute Banda Aceh-Sabang dan Meulaboh-Simeulue. Sedangkan pengadaan kapal untuk Aceh Singkil-Pulau Banyak diusulkan belakangan setelah Kadis Perhubungan Aceh menyampaikan adanya surat permohonan pengadaan kapal dari Bupati Singkil.

“Makanya ada tiga pengadaan kapal baru yang kita usulkan dalam APBA 2019. Pengadaan kapal penyeberangan Aceh Singkil-Pulau Banyak itu tambahan yang kita perjuangkan. Pembahasan ini sudah final tiga hari lalu,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRA ini.

Menurut Asrizal, pengadaan kapal baru itu untuk menambah jumlah kapal yang beroperasi pada rute Banda Aceh-Sabang dan Aceh Singkil-Pulau Banyak. Sedangkan untuk rute Meulaboh-Sinabang selama ini belum ada kapal karena rute tersebut merupakan rute baru. Kapal yang merapat ke dermaga Meulaboh selama ini adalah kapal yang beroperasi melewati rute Labuhan Haji, Aceh Selatan-Simeulue.

Anggota Komisi IV DPRA, Hendri Yono juga menyampaikan alasan pihaknya mencoret anggaran pengadaan pesawat karena Aceh saat ini belum membutuhkannya sebab masih banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak. Salah satunya pengadaan armada trasportasi laut untuk penyeberangan lintas pulau.

“Kami mengusulkan pengadaan kapal ro-ro rute Aceh Singkil-Pulau Banyak karena dari informasi yang kami terima masyarakat di sana sangat membutuhkan, sehingga kami sepakat mengusulkannya. Kami berharap Pemerintah Aceh selalu mengedepankan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved