Pupuk Langka di Pidie

Kelangkaan pupuk bersubsidi, jenis kembali melanda Kabupaten Pidie, khususnya Kecamatan Kembang Tanjong

Pupuk Langka di Pidie
IST
KASDIM 0102/Pidie, Mayor Inf Musani (Tiga kanan) bersama unsur Distannak serta peyuluh pertanian melakukan penanaman padi perdana pada areal cetak sawah baru di Gampong Jijiem, Kecamatan Keumala, Pidie, Kamis (22/11). 

* Terus Terjadi Saat Petani Membutuhkan

SIGLI - Kelangkaan pupuk bersubsidi, jenis kembali melanda Kabupaten Pidie, khususnya Kecamatan Kembang Tanjong dalam sepekan terakhir ini. Kondisi itu terus terjadi setiap tahun, saat petani sangat membutuhkan, seperti jenis NPK Phohska dan SP-36 untuk tanaman padi berumur 20 hari setelah tanam (HST).

Imum Mukim Gampong Asan, A Karim Hasan, kepada Serambi, Jumat (23/11) mengatakan area sawah seluas 1.100 hektare yang tersebar di Gampong Asan, Reureng dan Asan Kumbang sudah ditanami padi dengan umur 20 hari. Dia mengatakan petani sangat membutuhkan NPK Phonksa dan SP-36 untuk menyuburkan tanaman padi.

Dia menyatakan kelangkaan pupuk terjadi saat petani hendak membeli jatah pupuk di tingkat pedagang, tetapi tidak ada. Dia mengaku tanaman padi tidak akan tumbuh subur, jika tidak ada kedua jenis pupuk tersebut, sehingga pemerintah harus mempercepat menyalurkan pupuk di Kembang Tanjong.

“Setiap tahun, petani di Kembang Tanjong dihadapkan dengan kelangkaan pupuk NPK Phonska saat memerlukannya,” ujarnya. Dia meminta Pemkab Pidie untuk tetap mengawal distribusi pupuk, termasuk harga tidak dinaikkan, karena kondisi petani di pedalaman masih memprihatinkan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, Ir Syarkawi MSi, yang dihubungi Serambi, kemarin mengatakan pupuk NPK Phonska dan SP-36 jatah untuk Pidie masih tersisa untuk Oktober 2018. Disebutkan, jatah NPK Phonska sekitar 1.324 ton dan SP-36 sekitar 501 ton.

Syarkawi menjelaskan untuk jatah Kecamatan Kembang Tanjong sebanyak 235 ton dan yang telah terealisasi sekitar 165 ton, sehingga masih ada sisa 70 ton lagi. “Kami telah melakukan koordinasi dengan distributor, bahwa pupuk jenis NPK Phonska telah satu minggu disalurkan ke Kembang Tanjong sebanyak 40 ton,” katanya.

Dia menyatakan jika kebutuhan sudah sangat mendesak, maka distributor harus menebus lagi pupuk. Dikatakan, luas areal sawah di Kabupaten Pidie yang dihitung dua kali tanam seluas 50.000 hektare, tetapi jatah NPK Phonska yang diberikan sebanyak 5.899 ton dengan dua kali tanam, sehingga tidak mencukupi.

Dia mencontohkan, jika seorang petani memiliki sawah seluas 2.500 meter, maka membutuhkan pupuk 100 kg, sehingga alokasi pupuk NPK Phonska bersubsidi tidak cukup. Dia menegaskan pupuk bersubsidi itu khusus digunakan untuk tanaman padi.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved