Opini

Tantangan Guru Era Milenial

PERKEMBANGAN peradaban manusia telah melejit tajam masuk ke dalam dunia digital

Tantangan Guru Era Milenial
SERAMBI/DEDE ROSADI
GURU SMK Gunung Meriah, Aceh Singkil, melakukan aksi mogok mengajar dengan menutup mulut pakai lakban, Selasa (13/11) 

Oleh Nailul Authar

PERKEMBANGAN peradaban manusia telah melejit tajam masuk ke dalam dunia digital. Manusia lebih ramai berseliweran di dunia digital daripada di dunia nyata. Arah perkembangan manusia telah bergeser jauh ke dalam dunia berbasis teknologi dan komputerisasi. Semua hal sekarang tersedia dalam layanan internet, mulai dari e-commerce, platform ojek daring, games, media sosial, bahkan aplikasi-aplikasi penunjang pendidikan.

Fenomena disrupsi yang belakangan ini melanda telah mengubah arah pelayaran hidup manusia dari yang awalnya berbasis mesin ke berbasis digital. Perubahan inilah yang kemudian dianggap sebagai bentuk revolusi baru dalam peradaban manusia, yaitu revolusi 4.0. Disrupsi ini telah memporak-porandakan tatanan lama yang sudah ajek. Perubahannya datang dengan sangat cepat dan menyasar semua lini secara menyeluruh.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya kita akan memiliki sebuah platform yang bisa kita pakai untuk mengantar dan menerima apa pun dari depan rumah yang bisa kita akses secara simple melalui telepon genggam. Sesuai dengan artinya, menurut KBBI, disrupsi adalah hal yang tercabut dari akarnya. Perubahan ini telah mencabut tatanan sosial lama secara fundamental. Perhatikan saja bagaimana platform ojek daring mengobrak-abrik sistem jam kerja pada umumnya.

Para mitra platform tersebut bisa mengatur sendiri secara fleksibel waktu kerjanya, tanpa harus terjebak dalam istilah bekerja secara konvensional, yaitu datang ke kantor dan diikat oleh durasi jam tertentu. Mereka bebas mengatur penghasilan dan jam kerjanya sendiri tanpa terikat dengan aturan kaku bekerja biasanya. Arah perubahan yang sangat liar dan tidak bisa diprediksi ini telah melahirkan perusahaan-perusahaan global lintas negara yang nilai profitnya melebihi perusahaan-perusahaan konvensional.

Kita bisa saksikan sendirinya bagaimana perusahaan ritel komersil tumbang berguguran menghadapi perusahaan-perusahaan e-commerce yang bisa diakses oleh pembeli dari kasur tidurnya. Lihat saja bagaimana digdayanya Amazon dan Alibaba menjadi platform penyedia bertemunya penjual dan pembeli dari seluruh dunia via daring. Menjadikan mereka sebagai perusahaan-perusahaan terkaya di dunia. Perubahan ini secara tidak langsung telah mulai menyingkirkan model-model pekerjaan dengan pola lama.

Peringatan bagi guru
Hal ini juga memengaruhi bidang pekerjaan yang lainnya, seperti pekerjaan sebagai guru. Menyikapi hari guru yang jatuh pada 25 November ini dan perubahan zaman mengarah kepada pekerjaan berbasis teknologi dan komputerisasi. Para guru sebaiknya sudah bisa mulai khawatir akan peran mereka yang sedikit demi sedikit bisa jadi tergantikan oleh teknologi.

Munculnya platform belajar daring seperti Ruangguru_ adalah peringatan bagi para guru bahwa perannya bisa tergantikan. Sekarang ini dengan limpahan informasi dari dunia maya, para siswa mulai melihat bahwa guru bukan satu-satunya lagi sumber ilmu pengetahuan mereka. Mereka tidak akan lagi terlalu kaku belajar hanya dengan mengunakan satu sumber buku saja.

Hari ini, para siswa sudah bisa mengakses apa saja melalui dawai mereka. Apalagi dengan adanya platform belajar ini, para siswa mendapatkan opsi sumber belajar lain yang bisa jadi lebih maksimal dari guru-guru mereka di sekolah. Ketika mereka ingin belajar bahasa inggris mereka bisa mengakses langsung video-video pembelajaran bahasa inggris dari internet yang disampaikan langsung oleh native speaker-nya. Menyadari fenomena ini kita bisa saja menarik kesimpulan bahwa posisi seorang guru hari ini sedang terancam ditengah melautnya akses informasi di dunia maya.

Generasi yang kita hadapi sekarang adalah anak-anak millenial. Para millenial ini sekarang sudah sangat mahir dalam memanfaatkan alat teknologi dan informasi. Ketika seorang guru memberikan tugas, dengan kemahiran mereka dalam alat teknolgi tersebut mereka akan memanfaatkan media sosial, forum guru daring atau bahkan situs-situs penyedia layanan menjawab PR untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah mereka. Mereka tak akan lagi terjebak pada satu sumber jawaban baik itu guru maupun buku. Keterikatan pada satu sumber ilmu pengetahuan adalah kebiasaan lama yang telah ditinggalkan oleh anak-anak millenial sekarang.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved