Gayo Alas Mountain Festival Ditutup

Gayo Alas Mountain Festival (GAMIFest) yang selama ini berlangsung di empat kabupaten bertetangga di dataran tinggi Gayo

Gayo Alas Mountain Festival Ditutup
serambinews.com
Satu grup perwakilan tari saman Bale Asam menunjukkan kebolehannya menarikan tari saman dalam penutupan GAMIFest 2018 di lapangan Stadion Seribu Bukit Galus 

BLANGKEJEREN - Gayo Alas Mountain Festival (GAMIFest) yang selama ini berlangsung di empat kabupaten bertetangga di dataran tinggi Gayo dan Alas tersebut secara resmi ditutup oleh perwakilan Dirjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Deputi Kementerian Bidang Koordinasi, Sabtu (24/11), di lapangan stadion Seribu Bukit Gayo Lues (Galus).

Penutupan kegiatan GAMIFest 2018 tersebut dimeriahkan dengan penampilan tari saman Bale Asam dengan jumlah penari 660 orang yang terdiri atas 11 kecamatan, yakni penampilan tari saman dan disertai penampilan tari bines oleh anak-anak gadis di tengah lapangan.

Hadir pada kegiatan itu, Dirjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Siswanto, Asisten Deputi bidang Koordinasi Kebudayaan, Famuji, bersama rombongan lainnya yang berjumlah sekira 40 orang. Juga hadir istri Plt Gubernur Aceh dan istri bupati dari kabupaten tetangga, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan lainnya.

Untuk memeriahkan kegiatan penutupan GAMIFest dengan penampilan Saman Bale Asam, Bank Aceh Syariah Blangkejeren menyediakan hadiah sebesar Rp 50 juta dalam bentuk door prize utama, yakni 2 unit sepeda motor dan beberapa hadiah menarik lainnya. Panitia memberikan kupon kepada peserta tari saman dan bines serta undangan lainnya, khususnya yang memakai baju kerawang Gayo.

Famuji dalam sambutan penutupan mengatakan, kegiatan GAMIFest akan terus dilaksanakan dalam tiga tahun berturut-turut di empat kabupaten bertetangga tersebut. Kegiatan itu bertujuan untuk pengembangan kawasan Dataran Tinggi Gayo Alas (Datiga) dengan melestarikan budaya setempat.

Kegiatan GAMIFest akan terus diselenggarakan, bahkan tahun depan direncanakan dibuka di Galus dan ditutup di Aceh Tenggara, selanjutnya pada tahun 2020 dibuka di Aceh Tenggara ditutup di Bener Meriah.

Pada kesempatan yang sama, Famuji mengatakan, pada tahun 2019 gedung saman center akan dibangun di kabupaten itu. “Bahkan setiap 24 November itu sudah ditetapkan sebagai hari saman sedunia dan menjadi sejarah bagi masyarakat Gayo khususnya. Tari saman menjadi ikon persatuan dengan geraknya yang begitu kompak dan rapi dalam memainkan penampilannya,” kata Famuji.(c40)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved