Polisi Ringkus Komplotan Penganiaya Anak Wakapolsek

Tim Polres Bireuen meringkus komplotan tersangka penganiaya anak Wakapolsek Kota Juang dalam satu operasi

Polisi Ringkus Komplotan Penganiaya Anak Wakapolsek
Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi

* Diwarnai Tembakan Peringatan

BIREUEN – Tim Polres Bireuen meringkus komplotan tersangka penganiaya anak Wakapolsek Kota Juang dalam satu operasi yang sempat diwarnai tembakan peringatan, Jumat (23/11) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasatresnarkoba Ipda M Nazir kepada Serambi, Sabtu (24/11) mengatakan, menjelang penangkapan itu tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bireuen sedang patroli di kawasan Kota Juang Bireuen.

Saat sedang patroli, mendapat laporan dari anggota Provos Polres Bireun, Bripda Ozi Ramadhan tentang tindak kekerasan di kawasan Dusun Karang Rejo terhadap korban yang bernama Ihza Zulmi (18), mahasiswa yang merupakan anak dari Wakapolsek Kota Juang Bireuen, Ipda Mukhtaruddin. Mendapat laporan tersebut, anggota langsung bergerak ke sasaran. Sebelum tiba di lokasi terlihat satu mobil Aavanza yang mencurigakan. Polisi mengejar mobil tersebut. Polisi makin curiga karena mobil terus melaju kencang meski sudah berusaha dihentikan.

Saat mobil berhasil dicegat, seorang tersangka berusaha menyerang polisi dengan senjata tajam jenis rencong. Menghindari hal-hal tak diinginkan, polisi melepaskan tembakan ke udara sebanyak tiga kali sehingga komplotan berjumlah lima orang itu menyerah.

Secepatnya polisi menggeledah para tersangka. Seorang tersangka berinisial Riz mencoba menghilangkan barang bukti yang diduga narkotika dalam bungkusan plastik dengan cara menelan. “Anggota kita memeriksa di antara plastik yang dikunyah tersangka tersisa satu paket jenis sabu dalam mulut tersangka yang sudah hancur,” ujar Kasat Narkoba Polres Bireuen, Ipda M Nazir.

Motif utang piutang
Menurut informasi dari pihak kepolisian, kelima tersangka penganiayaan anak Wakapolsek Kota Juang itu diduga komplotan pencurian sarang burung walet. Motif penyaniayaan, menurut Kasat Narkoba Polres Bireuen terkait utang piutang dengan adik korban.

Kelima tersangka yang diamankan berinisial masing-masing Fak bin Basy (19) pekerjaan jualan warga Desa Lhok Asan, Geudong Aceh Utara, Rez (23) warga Desa Reulet, Kota Juang, Fac bin Zul (23) tukang becak, warga Ujong Blang, Kota Lhokseumawe, dan Syar bin alm Syam (30) buruh, warga Desa Alem, Syamtalira Bayu, Aceh Utara.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved