Dua Mekanik Unsyiah Terseret Arus Lhoknga

Pantai Lhoknga, Aceh Besar, kembali menelan korban, Minggu (25/11) sore

Dua Mekanik Unsyiah Terseret Arus Lhoknga
IST
TIM Basarnas yang berada di Pantai Lhoknga, Aceh Besar, sedang berkoordinasi dan mendengarkan penuturan rekan-rekan korban saat melakukan pencarian terhadap Agus Sriana yang dilaporkan hilang terseret arus saat mandi di laut tersebut, Minggu (25/11). 

* Satu Selamat, Satu Hilang

BANDA ACEH - Pantai Lhoknga, Aceh Besar, kembali menelan korban, Minggu (25/11) sore. Peristiwa berulang yang terjadi kemarin sore, menimpa dua pemuda asal Lampung yang bekerja sebagai mekanik di Kampus Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh. Keduanya adalah Taslim (20) dan Agus Sriana (20), keduanya tinggal di Kompleks Kampus Unsyiah Darussalam, Banda Aceh.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Farhan AP mengatakan, kedua korban yang terseret arus di pantai Lhoknga sekitar pukul 15.30 WIB. Satu orang berhasil diselamatkan oleh rekan-rekan korban atas nama Taslim. Sementara Agus Sriana, dilaporkan masih hilang. “Upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR hingga pukul 18.00 WIB, korban Agus Priana belum ditemukan. Pencarian pun akan dilanjutkan kembali besok pagi (hari ini-red),” pungkas Farhan yang dihubungi Serambi, Minggu (25/11).

Petugas Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalpos PB) BPBD Aceh Besar, Iqbal menambahkan, dari keterangan saksi, yakni rekan-rekan korban, pada saat menuju ke Lhoknga, mereka berjumlah 10 orang.

Dari 10 orang yang menuju ke Pantai Lhoknga--laut di depan PT LCI (PT SAI)--delapan orang di antara mereka memutuskan mandi, termasuk korban Taslim dan Agus Sriana.

“Pada saat mereka tengah asyik mandi itulah, Agus terlihat kelelahan dan meminta bantuan rekan-rekannya. Taslim, yang berusaha membantu ikut terseret arus. Tapi, nyawanya masih tertolong oleh rekan-rekannya yang ikut mandi di lokasi tersebut. Malang, Agus Sriana tidak sempat tertolong, karena sudah terlalu jauh terseret arus dan langsung hilang,” kata Iqbal.

Dari penuturan rekan-rekan korban, lanjut Iqbal, mereka berasal dari Provinsi Lampung dan selama ini bekerja sebagai makanik di Kampus Unsyiah serta tinggal di kompleks kampus tersebut. “Kebetulan pada saat kejadian itu ada rekan-rekan anggota RAPI di lokasi kejadian. Begitu tahu kejadian itu langsung meminta bantuan dari Kantor SAR. Tidak lama setelah itu Tim SAR menuju sudah berada di lokasi,” sebut Iqbal.

Di samping Tim SAR, pencarian juga melibatkan Koramil dan Polsek Lhoknga, BPBD Aceh Besar dan Banda Aceh serta relawan RAPI Aceh Besar dan Banda Aceh.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Farhan AP menjelaskan, peristiwa dua mekanik Kampus Unsyiah, Banda Aceh yang terseret arus Minggu sore di Pantai Lhoknga, merupakan kasus berulang.

Karena itu, Farhan, meminta perhatian dan atensi semua pihak, untuk saling mengingatkan serta menasehati setiap ada pengunjung pantai yang ingin mandi di laut. Terutama, ungkap Farhan, untuk diingatkan bahwa ada lokasi-lokasi terlarang yang kerap menelan korban.

“Peristiwa sebelumnya terjadi Minggu 7 Oktober 2018, di Pantai Lampuuk Lhoknga dan menimpa dua mahasiswa ATEM Kupula Aceh. Keduanya yang terseret arus saat itu, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Harapan kami, dengan serentetan peristiwa yang terjadi bisa menjadi perhatian kita semua, terutama pemilik usaha yang ada di lokasi pantai untuk mengingatkan pengunjung,” harap Farhan.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved