Pidie Lewati PORA 2014

Prestasi Pidie dalam Pekan Olahraga Aceh (PORA) Ke-13 di Kota Jantho, Aceh Besar, berakhir mengesankan

Pidie Lewati PORA 2014
IST
ATLET tarung derajat Pidie berfoto bersama usai menyumbangkan empat medali emas PORA di Aula Universitas Abulyatama, Lampoh Keude, Aceh Besar, kemarin.

SIGLI - Prestasi Pidie dalam Pekan Olahraga Aceh (PORA) Ke-13 di Kota Jantho, Aceh Besar, berakhir mengesankan. Mereka sukses berada di peringkat keempat daftar perolehan medali pesta empat tahunan itu.

Prestasi Pidie sukses melewati hasil di PORA Ke-12 yang berlangsung di Idi, Aceh Timur, tahun 2014. Kala itu, mereka bercokol di nomor lima setelah mengumpulkan 25 emas, 16 perak, dan 25 perunggu.

Sementara pada PORA 2018 di Aceh Besar, Pidie sukses memperbaiki peringkat. Di mana mereka finish di posisi keempat di bawah Aceh Timur, Banda Aceh, dan tuan rumah. Pidie berhasil mengumpulkan 34 medali emas, 37 perak, dan 38 perunggu.

Keberhasilan ini tentu saja menjadi modal bagi atlet Pidie saat menjadi tuan rumah pada PORA Ke-14 tahun 2022. Selain itu, semua cabor harus dlakukan evaluasi pasca PORA di Jantho. Evaluasi itu perlu dilakukan sebagai upaya mencetak atlet berprestasi ketika berlaga di depan publik sendiri.

Ketua KONI Pidie, Samsul Bahri kepada Serambi kemarin mengatakan, kerja keras semua pihak dalam PORA kali ini telah membuahkan hasil memuaskan. Di mana mampu membawa pulang 34 emas, 37 perak dan 38 perunggu. Sehingga, total medali bisa dikumpulkan berjumlah 109 medali. “Alhamdulillah, pencapaian ini mampu melewati prestasi PORA 2014 di Aceh Timur,” ungkapnya.

Samsul melaporkan, pada hari terakhir Pidie berhasil menambah empat emas, dan dua perak dari tarung derajat. Emas dipersembahkan M Khadafi (kelas 67,1-70 kg) dan Ifrahah Muawa (kelas 70,1-75). Sedangkan dua emas lagi disumbangkan Iqbal Ismail SE (kelas getar putra, dan gharang).

“ Alhamdulillah, target kita mendulang 30 emas berhasil dicapai dengan baik. Kita bersyukur dengan hasil yang kita peroleh pada PORA ini. Tapi, kita jangan berpuas lebih dahulu, sebab kita akan menyongsong PORA 2022 di Pidie,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, semua cabor sejak dini harus mempersiapkan diri untuk tampil menjadi sang juara. Jangan sampai terjadi atlet tuan rumah berguguran di kandang sendiri. Makanya, kata Samsul, atlet jangan berpikir 2022 rentang waktu masih lama sehingga atlet malas berlatih. “ Waktu itu cepat berlalu yang membuat kita akan menyesalinya saat kita bertarung, sebab kita akan gagal karena tampil tanpa persiapan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hasil yang didapat selama pelaksanaan PORA di Jantho, KONI Pidie telah membuat evaluasi terhadap beberapa cabor yang gagal meraih medali. Cabor tersebut harus cepat dilakukan pembenahan, supaya atlet bisa berprestasi ketika nantinya tampil sebagai tuan rumah.

“Kita akan mencari penyebab untuk mengetahui atlet tidak berkembang selama ini saat berlaga. Semua atlet harus berprestasi, karena prestasi yang berhasil diraih atlet pada setiap cabor bukan untuk KONI, melainkan untuk mengharumkan nama Pidie,” demikian Samsul Bahri.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved