Tafakur

Hal Kecil

Hal kecil sering diabaikan. Atau sebenarnya hal besar, tetapi dianggap kecil, sehingga diabaikan juga

Hal Kecil

Oleh: Jarjani Usman

“Allah subhanahu wa taala mencela sikap lemah, tidak bersungguh-sungguh; kamu harus cerdas dan cekatan. Namun jika kamu tetap terkalahkan oleh suatu perkara, maka kamu ucapkan ‘cukuplah Allah menjadi penolongku, dan Allah sebaik-baik pelindung’” (HR. Abu Dawud).

Hal kecil sering diabaikan. Atau sebenarnya hal besar, tetapi dianggap kecil, sehingga diabaikan juga. Seperti malas dalam bekerja, tetapi sangat serius ketika mengambil gaji. Kalau gaji tidak boleh kurang atau terlambat sedikitpun, walau sudah biasa bekerja kurang dan terlambat. Padahal malas dalam bekerja bisa mempengaruhi kualitas dan kuantitas kerja. Karena itu, malas atau tak bersungguh-sungguh berdosa.

Soalnya, rasa malas dalam bekerja bisa diubah, kalau mau. Misalnya dengan menganggap kerja itu sebagai ibadah. Apalagi telah dipastikan oleh Rasulullah SAW bahwa bekerja itu kewajiban yang bernilai ibadah. Dengan bekerja serius, hasilnya halal untuk dimakan sendiri dan keluarga, dan disedekahkan. Itu baru dampak buruk malas bagi kehidupan dunia, belum lagi di akhirat kelak.

Di akhirat kelak, dosa akibat malas bekerja bisa menggelincirkan ke neraka. Diingatkan bahwa setiap dosa akan dihancurkan di neraka. Dengan kata lain, seseorang berdosa tetapi banyak membawa pahala akan dibakar dulu di neraka; setelah bersih baru dibawa ke surga. Bisa dibayangkan bagaimana panasnya api neraka, yang api kecilnya saja bisa menghancurkan batok kepala. Na’uzubillah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved