Oknum Sipir LP Lambaro Ditangkap

Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh, mengamankan M Nur (57), oknum sipir Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas

Oknum Sipir LP Lambaro Ditangkap
SERAMBITV.COM
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto 

* Diduga Masuk Sindikat Peredaran Sabu

BANDA ACEH - Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh, mengamankan M Nur (57), oknum sipir Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II-A Banda Aceh, di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (26/11) sekitar pukul 09.53 WIB. Oknum sipir yang diduga masuk sindikat peredaran narkoba di LP itu ditahan polisi setelah buron selama 9 bulan.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kasat Narkoba AKP Budi Nasuha Waruwu SH mengatakan, oknum sipir LP Banda Aceh itu, dinyatakan buron sejak 12 Februari 2018. “Oknum sipir itu diduga masuk sindikat peredaran narkoba di LP. Kami masih mengembangkan pengakuan tersangka,” kata AKP Budi, kepada Serambi, Selasa (27/11).

Dia menjelaskan, sejak M Nur masuk DPO, pihaknya intens berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Aceh. Pada Jumat (23/11) sore, tersangka M Nur yang kabur pascarusuh di LP Banda Aceh, Kamis, 4 Januari 2018 lalu itu, tiba-tiba datang ke Kanwil Kemenkumham Aceh. Tujuan tersangka ke kantor untuk menghadap Kadiv Permasyarakat Kemenkumham Aceh saat itu, hendak melaporkan dirinya ingin kembali bekerja.

Lalu, pada Senin (26/11), saat oknum sipir LP tersebut masuk kantor, tersangka pun langsung diamankan pihak Kemenkumham Aceh dan diantar langsung ke Satuan Narkoba Polresta. “Sejak tersangka masuk DPO, kami intens berkoordinasi dan mengharapkan bantuan serta kerja sama dari Kanwil Kemenkumham Aceh. Alhamdulillah begitu tersangka masuk kantor, oknum itu langsung diamankan oleh petugas Kemenkumham,” papar Budi.

Ia menerangkan, dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik, tersangka mengaku sebagai orang yang memasukkan sabu-sabu ke LP Banda Aceh serta mendistribusikan belasan paket sabu yang diselundupkan dari luar LP tersebut kepada M Ilyas, alias Apa Lias, seorang narapidana yang ditahan di LP itu.

“Oknum sipir LP ini mengaku telah dua kali memberikan sabu-sabu kepada napi bernama M Ilyas. Itu baru sebatas pengakuan tersangka dan tidak tertutup kemungkinan bisa lebih banyak dari yang disebutkan. Karena besar dugaan tersangka telah masuk sindikat peredaran sabu di LP,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe ini

Kasat Narkoba Polresta, AKP Budi Nasuha Waruwu SH menerangkan, oknum sipir bernama M Nur yang berstatus PNS itu hilang pascarusuh di LP Banda Aceh, Lambaro, 4 Januari 2018. Pasalnya, oknum sipir ini adalah otak pelaku yang memasukkan 14 paket sabu seberat 14,18 gram.

Paket sabu-sabu itu diserahkan kepada M Ilyas alias Apa Lias seorang napi di LP tersebut. Sabu-sabu itu pun beredar dengan cepat dalam LP, termasuk ditemukan pada Saifullah Khan, oknum LP yang ikut memicu kerusuhan saat itu.

“Oknum Saifullah Khan bersama beberapa tersangka yang ikut diamankan pascarusuh. Saat diinterogasi mengakui sabu-sabu yang disimpan di kamar mandi LP dan ditemukan petugas, diterima dari Syukri alias Adun seorang napi LP. Lalu Syukri yang ikut dimintai keterangannya mengaku memperolehnya dari Tarmizi alias Romi yang juga napi LP itu,” ungkap AKP Budi.

Tidak sampai di situ, Tarmizi yang ikut diamankan dan diminta keterangannya saat itu mengaku memperoleh barang terlarang itu dari M Ilyas alias Apa Lias.

“Dari keterangan M Ilyas, akhirnya terungkap bahwa 14 paket sabu-sabu itu diterima M Nur. Begitu petugas ingin mengamankan tersangka M Nur sudah kabur hingga Satnarkoba mengeluarkan DPO terhadap oknum sipir tersebut,” pungkas AKP Budi.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved