Pengusaha Diimbau Ekspor Bubuk Coklat

Kepala Dinas Perindag Aceh, Muhammad Raudhi, menyerukan kepada para petani dan pengrajin industri kakao

Pengusaha Diimbau Ekspor Bubuk Coklat
IST
Pohon kakao yang sarat buah di Pidie Jaya 

* Karena Harga Jual Lebih Tinggi

BANDA ACEH - Kepala Dinas Perindag Aceh, Muhammad Raudhi, menyerukan kepada para petani dan pengrajin industri kakao atau coklat di Aceh, untuk tidak mengeskpor biji, tapi bubuk coklat. Hal itu karena jual bubuk coklat jauh lebih tinggi dibanding harga biji.

“Mengekspor biji harganya murah, tapi kalau sudah jadi bubuk, harganya jauh lebih mahal,” ujar Raudhi, pada Rapat Koordinasi Pelaku Usaha Kakao di Sea Hotel, Banda Aceh, Selasa (27/11).

Dijelaskan, harga jual biji kakao Rp 20.000-Rp 27.000/Kg, sedangkan harga bubuk mencapai Rp 42.000-Rp 50.000/Kg. Perbedaan harganya hampir 100 persen itu memberi peluang bagi para petani dan pengrajin.

Tanaman kakao di Aceh, kata Raudhi, sudah sangat banyak. Kakao juga sudah banyak diolah menjadi berbagai produk makanan dan minuman coklat. “Karena itu mulai sekarang kita upayakan tidak lagi mengirim atau menjual biji ke Medan, tapi mengolah biji kakao menjadi bubuk coklat berkualitas tinggi dan diekspor,” ujarnya.

Raudhi mencontohkan Coklat Scolate, produk makan coklat yang terdapat di Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya. Contoh lainnya adalah jika susu putih dicampur bubuk coklat kualitas baik, maka rasa susu jadi enak. “Anak-anak jadi suka minum susu putih yang dicampur bubuk coklat. Harga susu putih sudah dicampur bubuk coklat jadi mahal, begitu juga dengan produk makanan dan jajanan anak-anak lainnya seperti ice cream coklat dan lainnya,” tambah Raudhi.

Pengusaha makanan dan minuman itu, kata Raudhi, harus inovatif dan kreatif. Konsumen sekarang ini, selalu menginginkan rasa dan bentuk yang baru. Makanya, pabrik industri minuman dan makanan, untuk bisa bertahan di pasar, mereka selalu mengubah bentuk kemasan dan rasa, agar produknya selalu disukai dan diminati konsumen.

Rakor tersebut menghadirkan beberapa orang pengusaha coklat dan kopi yang sukses memasarkan produknya di pasar lokal, nasional dan luar negeri. “Semoga pertemuan ini memberikan pelajaran yang berharga bagi pelaku usaha coklat, untuk tidak lagi menjual biji ke luar negeri,” pungkas Muhammad Raudhi.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved