Aceh Tambah Enam Emas

Lifter Aceh terus beraksi di arena Kejuaraan Nasional (Kejurnas) angkat besi senior dan yunior di GOR

Aceh Tambah Enam Emas
IST
LIFTER putri Aceh, Nurul Akmal dan M Zul Ilmi berfoto bersama setelah merebut medali emas Kejurnas angkatan besi di GOR Tri Lomba Juang, Bandung, Jawa Barat, kemarin. 

* Kejurnas Angkat Besi 2018

BANDA ACEH - Lifter Aceh terus beraksi di arena Kejuaraan Nasional (Kejurnas) angkat besi senior dan yunior di GOR Tri Lomba Juang, Bandung, Jawa Barat. Kemarin, Aceh sukses menambah enam medali emas, empat perak, dan lima perunggu.

Ketua Pengprov PABBSI Aceh, HT Rayuan Sukma kepada Serambi tadi malam mengaku gembira dengan hasil memuaskan para altenya. Dengan hasil di hari ketiga Kejurnas, Tanah Rencong sudah mampu mengumpulkan sembilan emas, sembilan perak, dan delapan perunggu.

“Setelah Surahmat dan Irrahman, kemarin medali emas disumbangkan Nurul Akmal serta Zul Ilmi. Sehingga, lifter yang kita proyeksikan emas di Kejurnas sukses mereka dapat. Alhamdulillah, atas prestasi membanggakan ini,” ungkap mantan Kadispora Aceh ini.

Pada hari ketiga Kejurnas, lifter putri terbaik Tanah Rencong, Nurul Akmal tampil. Atlet nasional ini tak mengalami kendala dalam kelas 87+. Atlet asal Aceh Utara ini sukses pada angkatan snatch 101 kg, sementara angkatan clean and jerk 130 kg. Sehingga total angkatan 231 kg.

Menurut Rayuan, angkatan terbaik Nurul Akmal ketika dia tampil di Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Dalam angkatan snatch, dia mampu mengangkat babel 115 kg, sementara untuk clean and jerk 146 kg. Sehingga, total angkatan peraih medali emas PON 2016 di Jawa Barat itu, 261 kg.

“Boleh jadi, penampilannya tak maksimal karena dia kelelahan setelah bertanding di PORA Aceh Besar. Bahkan, sebelum pelaksanaan PORA, atlet kita ini baru pulang dari kejuaraan dunia di Eropa Timur,” kata mantan Ketua Umum Pertina Aceh ini.

Tiga emas berikutnya disumbangkan lifter muda asal Aceh Besar, Zul Ilmi. Mahasiswa FKIP Penjaskesrek Universitas Serambi Mekkah tersebut, mampu menguasai kelas 89 kg putra. Bahkan, angkatan dia terpaut jauh dengan para rivalnya.

Di angkatan snatch, Zul Ilmi mampu dengan 147 kg. Dia memulai pertandingan dengan angkatan 140. Kemudian, di angkatan clean and jerk, dia mampu mencatat 180 kg. Dengan demikian, total angkatannnya berjumlah 327 kg.

“Bagi Zul Ilmi, dia sukses mempertahankan prestasi yang direbut di Kejurnas 2017 di Pekanbaru, Riau. Ketika itu, meski berstatus debutan, dia berhasil memborong tiga emas sekaligus,” sebut Rayuan Sukma.

Cut Via Savitra juga mampu mendulang tiga perak di kelas 87 kg putri. Riki Maulandri tak ketinggalan untuk menambah pundi medali Kontingen Aceh. Dia mampu merebut tiga perunggu di kelas 102 kg putra. Terakhir, Mausar Defri Riski Rinaldi juga menyumbangkan satu perak, dan dua perunggu.

Pelatih angkat besi Aceh, Effendi Eria melaporkan, bahwa tinggal satu lifter lagi yang akan bertanding di Kejurnas. Hari ini, Diki Imam Bahesti akan tampil di kelas 109 kg putra. “Mudah-mudahan, ia mampu mengukir prestasi di hari terakhir Kejurnas,” katanya, tadi malam.

Effendi menyebutkan, dari sepuluh lifter Aceh yang sudah sukses bertanding, hanya satu atlet gagal mempersembahkan medali. Adalah Eriska Deviyanti Dewi yang bermain di kelas 71 kg putri senior. “Dia lifter baru kita. Mungkin Eriska masih kelelahan setelah bertanding di PORA. Tapi, kami yakin kalau dia memiliki kemampuan seperti rekan-rekannya yang lain,” sebutnya.

Dalam pertandingan Selasa (27/11), Eriska harus puas berada di peringkat kelima dari enam lifter. Seperti diketahui, lifter yang bertanding di Kejurnas 2018 ini merupakan atlet binaan KONI Aceh.(ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved