Salam

Efektifkah Dana Desa Setelah Bursa Inovasi?

Dalam pekan ini, beberapa kabupaten/kota di Aceh menggelar acara Bursa Inovasi Desa yang antara lain bertujuan

Efektifkah Dana Desa Setelah Bursa Inovasi?
IST
BUPATI Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, didampingi unsur Forkopimda menabuh beduk saat membuka Bursa Inovasi Desa di Aula Wisuda Universitas Abulyatama, Lampoh Keude, Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar, Rabu (28/11). 

Dalam pekan ini, beberapa kabupaten/kota di Aceh menggelar acara Bursa Inovasi Desa yang antara lain bertujuan meningkatkan kreativitas perekonomian warga desa. Sebab, dalam pandangan Pusat, warga desa kurang kreatif, salah satu indikatornya adalah dana desa kurang termanfaatkan secara efektif.

Melalui program itu Pemerintah Pusat ingin mendorong pemanfaatan dana desa lebih berkualitas lagi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam mengembangkan potensi yang ada di desanya. Namun, para pendamping desa selama ini kesulitan memaksakan program-program iniovatif dalam perencanaan dan penganggaran APBDes/Gampong.

Pemerintah Desa lebih suka mengarahkan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke sektor pembangunan fisik. Seolah-olah dana desa itu hanya untuk pembangunan fisik. Mereka sangat mengabaikan program pemberdayaan. Adahal, bikla dana tersebut juga dimanfaatkan untuk peningkatan kapasitas masyarakat desa maka sumber daya manusia yang ada di desa, Insya Allah masyarakat desa akan bisa survive menghadapi kondisi ekonomi negara yang buruk. Untuk membuat masyarakat desa berdaya tahan, ada beberapa hal yang memang harus diberdayakan. Yakni, potensi ekonomi lokal, kewirausahaan, sumber daya manusia, dan infratruktur desa.

Justru itulah, Bursa Inovasi Desa jangan hanya menjadi forum “lomba pidato atau Ceramah”, tapi harus bisa menjadi forum penyebarluasan praktek inovasi pengembangan ekonomi bagi masyarakat desa. Dan juga, sekaligus memberikan inspirasi kepada desa untuk memperbaiki kualitas perencanaan desa agar dana gampong jangan cuma dihabiskan untuk pembangunan fisik.

Para pendamping desa juga harus ingat bahwa jika sebelumnya tugas mereka terfokus pada pembenahan pengelolaan keuangan dan perencanaan pembangunan infrastruktur, maka saat ini, pendampingan diarahkan untuk merangsang penggunaan dana desa bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat di perdesaan.

Harus diingat juga, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), pengangguran di Indonesia per Agustus 2018 adalah 7 juta orang atau 5,34 persen dari jumlah angkatan kerja di Indonesia yang sejumlah 131,01 juta orang. Dari jumlah itu, yang menganggur di kota tercatat sebesar 6,45 persen, sedangkan di desa 4,04 persen.

Menurut Presiden Jokowi, pengangguran di desa sudah menurun dua kali lipat sejak ada dana desa. Padahal, itu dana desa belum dipakai secara efektif, bayangkan jika dana desa dipakai lebih banyak untuk pemberdayaan, mungkin penganggur di desa bisa berkurang drastis. Itu pun jika budaya malas tidak “dipelihara”, kan?

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved