1 Desember Hari AIDS Sedunia: Ini Perbedaan AIDS dan HIV yang Sering Dianggap Sama

Tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia yang ditetapkan pertama kali pada tahun 1988.

1 Desember Hari AIDS Sedunia: Ini Perbedaan AIDS dan HIV yang Sering Dianggap Sama
biliranisland.com
Ilustrasi 

HIV dapat ditularkan dari orang ke orang lain

Karena HIV adalah virus, virus dapat ditularkan di antara orang-orang seperti virus lain pada umumnya.

AIDS, di sisi lain adalah kondisi yang didapat seseorang hanya setelah mereka tertular HIV.

Virus ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui pertukaran cairan tubuh.

Paling umum, HIV ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom atau penggunaan jarum bersama.

Tak hanya itu, seorang ibu juga dapat menularkan virus ini ke anak mereka saat hamil.

Baca: Kecanduan Main Ponsel Sejak Usia 2 Tahun, Balita Usia 4 Tahun Ini Alami Kejadian Mengerikan

HIV tidak selalu memperlihatkan gejala

HIV biasanya menyebabkan gejala mirip flu sejirar dua hingga empat minggu setelah penularan.

Jangka waktu yang singkat ini disebut infeksi akut,

Sistem kekebalan membawa infeksi di bawah kontrol yang mengarah ke periode latensi.

Sistem kekebalan tubuh tidak dapat sepenuhnya menghilangkan HIV, tetapi dapat mengendalikannya untuk waktu yang lama.

Selama periode laten ini, yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun, seseorang dengan HIV mungkin tidak mengalami gejala sama sekali.

Tetapi terapi antiretroviral, bagaimanapun orang itu dapat mengembangkan AIDS dan sebagai hasilnya akan mengalami banyak gejala yang terkait dengan kondisi tersebut.

Baca: Tiga Video Wawancara Irwandi Usai Sidang Perdana, dari Bantahan Sampai Lepas Alat Pendengar

Infeksi HIV dapat didiagnosis dengan tes sederhana

Pada penularan HIV, sistem kekebalan menghasilkan antibodi virs.

Tes darah atau air liur dapat mendeteksi antibodi tersebut untuk menentukan apakah virus ada.

Diperlukan beberapa minggu setelah transmisi untuk tes antibodi HIV untuk kembali positif.

Tes lain mencari antigen, yaitu protein yang diproduksi oleh virus dan antibodi.

Tes ini dapat mendeteksi HIV hanya beberapa hari setelah infeksi.

Kedua tes itu akurat dan mudah dijalankan.

Diagnosis AIDS lebih rumit

AIDS adalah infeksi HIV tahap akhir.

Penyedia layanan kesehatan mencari beberapa faktor untuk menentukan apakah latensi HIV telah berkembang ke HIV stadium 3.

Karena HIV menghancurkan sel kekebalan yang disebut sel CD4, penyedia layanan kesehatan satu arah mendiagnosis AIDS adalah melakukan penghitungan sel-sel tersebut.

Seseorang tanpa HIV dapat memiliki 500 hungga 1200 sel CD4.

Ketika sel-sel telah turun menjadi 200, seseorang dengan HIV dianggap memiliki HIV stadium 3.

Faktor lain yang menandakan bahwa HIV stadium 3 telah berkembang adalah adanya infeksi oportunistik.

Infeksi oportunistik adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, jamur, atau bakteri yang tidak akan membuat seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang tidak rusak.

Baca: Prabowo Tanggapi Postingan Sumbangan dari Driver Ojek Online, Minta Bonus Ngebit Disisakan

Perawatan dan harapan hidup

Jika HIV berkembang menjadi HIV stadium 3 (atau AIDS), harapan hidup menurun secara signifikan.

Sulit untuk memperbaiki kerusakan pada sistem kekebalan pada saat ini.

Infeksi dan kondisi lain, seperti kanker tertentu, yang disebabkan oleh kerusakan sistem kekebalan yang parah adalah hal yang umum.

Namun, dengan terapi antiretroviral yang berhasil dan beberapa pemulihan sistem kekebalan tubuh, banyak orang dengan HIV stadium 3 menjalani hidup panjang.

Dengan pengobatan untuk infeksi HIV saat ini, orang dapat hidup dengan HIV dan tidak pernah mengembangkan AIDS.

Penting juga untuk dicatat bahwa pengobatan antiretroviral yang berhasil dan viral load yang tidak terdeteksi secara berkelanjutan sangat menurunkan risiko penularan virus ke orang lain.

(Tribunnews.com/Natalia Bulan R P)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hari AIDS Sedunia: Ketahui Bedanya AIDS dan HIV yang Sering Dianggap Sama

Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved