Pembangunan Rumah Korban Gempa Pijay Ditargetkan Selesai Akhir 2018

2.199 unit rumah yang rusak berat dan kini dibangun baru dengan dana bantuan Rp 85 juta per unit tersebar di delapan kecamatan.

Pembangunan Rumah Korban Gempa Pijay Ditargetkan Selesai Akhir 2018
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Rumah bantuan korban gempa bumi Pidie Jaya di Gampong Sarahmane Kecamatan Meurahdua yang masih pada tahap pemasangan kerangka baja atap. Foto direkam, Selasa (2/10/2018). 

Laporan Abdullah Gani I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Hingga memasuki bulan kedelapan, realisasi fisik rumah korban gempa Pidie Jaya rata-rata rampung 71,82 persen, sementara realisasi keuangan mencapai 88,08 persen.
Ditargetkan akhir tahun 2018 ini atau paling lambat Januari 2019 mendatang semua rumah yang dibangun baru 2.199 unit ditangani oleh 277 kelompok masyarakat (pokmas), selesai dan sudah dapat ditempati.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Pijay HM Nasir SPd mengatakan 2.199 unit rumah yang rusak berat dan kini dibangun baru dengan dana bantuan Rp 85 juta per unit tersebar di delapan kecamatan.

Baca: Reuni Akbar 212, 80 Persen Pesertanya Disinyalir Pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

Yaitu, Bandarbaru 885 unit, Panteraja 215 unit, Trienggadeng 660 unit, Meureudu 230 unit. Disusul Kecamatan Meurahdua 61 unit, Ulim 84 unit, Bandardua 58 unit dan Kecamatan Jangkabuya sebanyak enam unit.

Rumah yang masuk daftar tunggu juga akan dibangun baru ada 298 unit dengan total dana Rp 25.330.000.000.

Catatan Serambinews.com peletakan batu pertama pembangunan rumah korban gempa Pidie Jaya dilakukan pada 21 April 2018 lalu di salah satu gampong di Kecamatan Bandarbaru yang ikut disaksikan Kepala BNPB, Willem Rampanggilei.

Baca: Kabar Terbaru Rencana Duel Khabib Nurmagomedov dan Conor McGregor

Berarti hingga saat ini sudah berjalan kurang lebih tujuh bulan. Amatan Serambinews.com dan hasil wawancara dengan sejumlah warga di beberapa desa menggambarkan bahwa pembangunan rumah korban gempa dinilai lamban.

Diakui, ada yang menjelang rampung, tapi tak sedikit pula yang terlihat baru selesai pemasangan atap atau plaster.

Bahkan ada yang sudah beberapa pekan ditinggalkan pekerja. Saat ditanya kepada calon penerima, mereka mengaku tak tahu sama sekali.

Baca: Reuni 212 Besok, Panitia Sarankan Jokowi Tak Hadir, Ini Alasannya

Padahal, mereka menginginkan agar rumah itu secepatnya ditempati mengingat hunian sementara selain sempit juga tak memungkinkan lagi. Terlebih korban gempa satu keluargaa terkadang 4 sampai 6 orang.(*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved