Senator Fachrul Razi Fasilitasi Mubes MUNA di Banda Aceh, Abu Paya Pasi Terpilih Sebagai Ketua

Jangan seperti pengalaman peristiwa Ikrar Lamteh, maka awal tujuan lahir lah MUNA berdasarkan musyawarah ulama se-Aceh.

Senator Fachrul Razi Fasilitasi Mubes MUNA di Banda Aceh, Abu Paya Pasi Terpilih Sebagai Ketua
SERAMBINEWS.COM/IST
Musyarawah Besar (Mubes) Musyawarah Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) di Hotel Grand Nanggroe 28-30 November 2018. Kegiatan ini diikuti ratusan pengurus MUNA dari 23 kabupaten/kota se-Aceh. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sepulang umrah tanggal 27 November 2018, H Fachrul Razi MIP, senator Aceh di DPD RI memfasilitasi pelaksanaan Musyarawah Besar (Mubes) Musyawarah Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) di Hotel Grand Nanggroe 28-30 November 2018. Kegiatan ini diikuti ratusan pengurus MUNA dari 23 kabupaten/kota se-Aceh.

Dalam Mubes MUNA ke-3, Abu Paya Pasi atau Tgk Muhammad Ali, Pimpinan Dayah Bustanul Huda terpilih sebagai ketua umum (Rais Am) MUNA Pusat, sementara Ketua Harian adalah Tgk Ali Basyah Aceh Timur dan Sekretaris Tgk Sofyan.

Dalam pembukaan Mubes MUNA tanggal 28 November malam, Ketua Umum MUNA sebelumnya, Tgk Ali Basyah mengatakan bahwa kontribusi MUNA sangat besar selama ini, bahwa beberapa ulama di MUNA memiliki kontribusi yang luar biasa terhadap Aceh.

“Saya mengajak untuk mendoakan dan mengirimkan surat Alfatihah kepada ulama di MUNA seperti almarhum Abuya Prof Muhibuddin Waly dan ketua ketua MUNA lain yang telah meninggal dunia,” jelas Tgk Ali.

Tgk Ali mengatakan bahwa salah satu kehadiran MUNA untuk menyelamatkan MoU Helsinki. Jangan seperti pengalaman peristiwa Ikrar Lamteh, maka awal tujuan lahir lah MUNA berdasarkan musyawarah ulama se-Aceh.

Tgk Ali dalam sambutannya juga menjelaskan pentingnya mempertahankan Lembaga Wali Nanggroe.

“Sejarah panjang, Aceh memiliki sultan, untuk menjaga Aceh karena tidak ada lagi sultan, maka adanya Wali Nanggroe. Sejarah Aceh yang perlu kita pikir dan berjuang untuk kita pertahankan sebagaimana berkembang di masa lalu,” jelas Tgk Ali.

Tgk Ali juga menjelaskan kesuksesan MUNA dalam menjaga akidah Ahlusunnah Waljamaah serta mengembalikan Mahzab Syafii dalam pelaksanaan beribadah di Aceh.

“Tongkat Masjid Baiturrahman berkat perjuangan ulama dalam mengakkan ahlusunnah waljamaah, kembali diterapkan,
dimana kebiasaan itu hilang sejak 1953 di Aceh,” ungkap Tgk Ali.

Tgk Ali mengatakan bahwa banyak cita-cita yang belum terakomodir dan selesai. "Ini perlu tanggung jawab kita bersama untuk terus memperjuangkan sejarah Aceh dan Islam sebagai agama Allah," sebutnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPA Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar atau Aburadak menjelaskan bahwa kehadiran MUNA untuk memperjuangkan kelanjutan dari perjuangan Wali Nanggroe,

“Ulama adalah tiang di Aceh. dan harus berada di depan. Komitmen perdamaian harus dijaga dan dan poin-poin MoU Helsinki harus diselesaikan,” jelas Aburadak.

Senator Aceh DPD RI H Fachrul Razi MIP yang turut hadir dan memfasilitasi Mubes MUNA ke 3 mengatakan pentingnya peningakatan peran ulama di MUNA dalam rangka meningkatkan memperkuat dan menjaga penerapan akidah Ahlusunnah Waljamaah bermahzab Syafii di Aceh.

“Indonesia saat ini mengalami liberalisasi pemikiran keislaman, Islam Nusantara sudah muncul dan aliran komunisme baru juga telah muncul, posisi kita adalah menjaga Aceh agar tidak diracuni oleh aliran-aliran lain untuk menghancurkan akidah ahlusunnah waljamaah bermahzab syafii,” jelas Fachrul Razi.

Menurutnya dengan Mubes MUNA ke-3 kali ini sebagai momentum dalam kebangkitan umat Islam di Aceh dan penguatan kembali marwah Partai Aceh, demikian harap Fachrul Razi. Kegiatan ini ditutup pada tanggal 30 November oleh Wali Nanggroe Tengku Malik Mahmud Alhaytar.(*)

Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved