Buku Ghazali Abbas Dibedah

Buku dengan judul “Suara Pro Rakyat dan Cinta Damai: Ghazali Abbas Adan Vs Fasisme” dibedah, di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry

Buku Ghazali Abbas Dibedah
SERAMBI/MUHAMMAD NASIR
Tiga pembedah sedang membahas buku Ghazali Abbas Adan Vs Fasisme,yaitu Sjamsul Kahar (wartawan senior/pembina KWPSI), Dr Husaini Ibrahim MA (pakar sejarah Aceh), dan Saifuddin Bantasyam (Dosen hukum Unsyiah), selain itu juga hadir Hasanuddin Yusuf Adan (perwakilan editor), Junaidi Ahmad (Moderator) Serta Ghazali Abbas Adan selaku anggota DPD RI, Sabtu (1/12) di Aula Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh. SERAMBI/MUHAMMAD NASIR 

BANDA ACEH - Buku dengan judul “Suara Pro Rakyat dan Cinta Damai: Ghazali Abbas Adan Vs Fasisme” dibedah, di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Sabtu (1/12). Buku itu berisi sejumlah tulisan dengan berbagai tema berkaitan dengan Aceh.

Kegiatan itu menghadirkan tiga pembedah, yaitu Sjamsul Kahar (wartawan senior/pembina KWPSI/Pimpinan Umum Serambi Indonesia), Dr Husaini Ibrahim MA (pakar sejarah Aceh), dan Saifuddin Bantasyam (dosen hukum Unsyiah).

Selain itu, juga hadir Dr Darni M Daud sebagai keynote speaker, Hasanuddin Yusuf Adan, perwakilan editor buku, Junaidi Ahmad sebagai moderator, serta anggota DPD RI, Ghazali Abbas Adan, tokoh yang dibahas dalam buku tersebut.

Sjamsul Kahar mengatakan, Buku Ghazali Abbas Adan Vs Fasisme berisi pemikiran Ghazali yang disampaikan secara sistematis, sesuai aturan yang berlaku. Beberapa isu yang dibahas dalam buku tersebut mengenai masalah zakat sebagai pengurangan pajak, serta keberadaan lembaga Wali Nanggroe.

Ia menambahkan, terkait Wali Nanggroe, Ghazali memang bersuara lantang meminta lembaga itu dibubarkan. Menurutnya, pernyataan itu sebagai sebuah pemikiran Ghazali Abbas dengan tetap menghargai pemikiran orang lain. “Jadi akan kita lihat nanti follow up dari diskursus tersebut ditindaklanjuti oleh pemerintah maupun lembaga politik yang ada,” ujar Sjamsul Kahar.

Selain itu, lanjutnya, wacana tentang zakat sebagai pengurangan pajak sudah dibahas sejak beberapa tahun lalu oleh berbagai pihak. Namun hanya Ghazali Abbas yang tetap konsisten dalam perjuangkan zakat sebagai pengurangan pajak agar disetujui pemerintah.

Sementara itu, Husaini Ibrahim membedah tentang syariat Islam yang belum terlaksana secara utuh di Aceh. Sehingga, kata Husaini, Ghazali mempersoalkan mengenai penting revolusi umat, terutama terkait dengan seorang pemimpin. Sementara Saifuddin Bantasyam, selain mengupas tentang isi buku, juga membahas tentang pemilihan judul hingga desain cover buku.

Sementara Ghazali Abbas Adan menyampaikan, dalam bukunya itu, salah satu yang dibahas adalah zakat sebagai pengurangan pajak. Meski masalah ini belum disetujui. Menurutnya, upaya itu merupakan bagian dari mewujudkan kekhususan Aceh. Karena selama ini masyarakat harus dua kali membayar, yaitu zakat dan pajak. “Kita sudah minta kepada semua eksekutif dan legislatif untuk membentuk tim, supaya memperjuangkan masalah itu,” ujar Ghazali.(mun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved