Dua Dirjen Bersaksi di Sidang Irwandi

Pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersaksi dalam persidangan

Dua Dirjen Bersaksi di Sidang Irwandi
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Abi Lampisang, Ketua PP Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta, Surya Darma, dan sejumlah tokoh Aceh lainnya mengunjungi Irwandi Yusuf di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (3/12/2018). 

JAKARTA - Pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersaksi dalam persidangan dengan terdakwa Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (3/12).

Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Syarifuddin. Dua dirjen yang memberikan kesaksian yaitu Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Dr Soemarsono dan Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti. Selain itu juga dihadirkan dua direktur yaitu Direktur Fasilitasi dan Pinjaman Daerah Kemendagri, Muhammad Ardian Nurvianto dan Direktur Dana Perimbangan Kemenkeu, Putut Harisadiaka.

Dirjen Otda Soemarsono menjelaskan peruntukan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) masuk dalam APBA. “Kalau tidak sesuai akan dikoreksi APBA-nya. Kontrolnya di sana,” kata Soemarsono saat menjawab pertanyaan jaksa KPK.

Soemsrsono juga menjelaskan tentang lahirnya dana otsus tersebut yag besarnya setara 2 persen dari dana alokasi umum. Menjawab pertanyaan tentang program Aceh Maraton, Dirjen Otda mengatakan tidak mengetahui adanya program tersebut.

Direktur Fasilitasi dan Pinjaman Daerah Kemendagri, Muhammad Ardian Nurvianto menjelaskan tentang mekanisme pencairan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Pencairan pertama sebanyak 30 persen, tahap kedua 45 persen, dan tahap ketiga 25 persen. Pencairan dilakukan oleh Kemenkeu.

Gubernur Irwandi Yusuf didakwa menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi sebesar Rp 1,050 miliar untuk mendapatkan proyek bersumber dari DOKA.

Pesan untuk Nova
Sebelum menjalni sidang, Irwandi Yusuf menitipkan pesan kepada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk tetap istiqamah menjalankan roda pemerintahan Aceh.

“Plt Gubernur agar tetap istiqamah. Roda pemerintahan Aceh berjalan makin baik. Kalau saya saat ini sedang menjalani ptoses hukum, ini karena saya telah jadi target dan korban fitnah. Jangan terpengaruh terhadap apa yang sedang saya jalani. Saya harapkan Pemerintahan Aceh semakin baik,” kata Irwandi Yusuf.

Ia juga berpesan kepada Nova Iriansyah agar tetap menjalankan program-program pemerintahan seperti yang sudah dimasukkan dalam visi dan misi pada saat pencalonan.

“Tetap jalankan program yang sudah dicanangkan. Hal-hal yang belum baim agar diperbaiki,” ujarnya.

Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah adalah pasangan gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2017-2022 yang memenangi Pilkada 2017 dengan suara sangat meyakinkan.(fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved