656 Proyek APBA Berstatus Merah

Sampai 3 Desember 2018, masih ada 656 paket proyek fisik APBA tahun 2018 yang realisasinya berada

656 Proyek APBA Berstatus Merah
KOLASE/SERAMBINEWS.COM

BANDA ACEH - Sampai 3 Desember 2018, masih ada 656 paket proyek fisik APBA tahun 2018 yang realisasinya berada di bawah 75 persen dan berstatus merah. Paling banyak rapr ‘merah’ terdapat di tiga dinas, yaitu Dinas PUPR sebanyak 221 paket, Perkim 112 paket, dan Disdik 105 paket. Informasi ini terungkap dalam rapat evaluasi pelaksanaan proyek APBA 2018, yang dilaksanakan di ruang rapat P2K Setda Aceh itu, langsung dipimpin Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Setda Aceh, Dermawan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Ir Fajri, seusai rapim dengan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Selasa (4/12), mengatakan, kalau melihat data monitor TV P2K Setda Aceh, masih ada 221 paket proyek yang realisasi di bawah 75 persen dan masuk dalam kategori rapor merah.

Data yang terdapat dalam TV monitor P2K Setda Aceh tertanggal 3 Desember 2018 merupakan data hasil kunjungan Tim P2K ke lapangan sepekan yang lalu. Setelah kunjungan Tim P2K itu, sepekan ke depannya, realisasi fisik proyek yang sebelumnya ditinjau, kini sudah mengalami kenaikan sekitar 10-15 persen.

Dari ratusan paket proyek jalan dan jembatan yang masih dikerjakan rekanan saat ini, yang rapornya tergolong merah, sebut Fajri, memang ada yang akan putus kontrak, tapi jumlahnya di bawah 10 paket.

Paket proyek yang akan diputus kontrak, sampai akhir Desember 2018 nanti rekanannya sudah tidak sanggup lagi menyelesaikan. “Tapi kalau masih sanggup dan minta tambah waktu, kita berikan tambah waktu kerja dengan denda yang sudah diatur dalam kontrak dan perpres,” ujar Fajri.

Jumlah proyek yang sudah selesai pada Dinas PUPR, sebut Fajri, mencapai 99 paket, dan yang akan selesai dua pekan ke depan sebanyak 101 paket lagi. Ungkapan yang hampir serupa juga dilontarkan Kepala Dinas Perkim Aceh, Ir Mizwan. Ia mengatakan, jumlah proyek fisik perkim yang berstatus merah, sudah berkurang tidak lagi 112 paket, seperti yang ditampilkan dalam TV monitor P2K Setda Aceh. Jumlahnya sudah berada di bawah angka 100 dan pada akhir tahun diperkirakan paling banyak 10 paket.

Kenapa jumlah paket proyek fisik pada Dinas Perkim masih banyak yang berstatus merah? Menurut Mizwan, hal ini disebabkan tender yang terlambat, sehingga membuat pengumuman penetapan pemenang lelangnya ikut terlambat. Akibat dari keterlambatan pelaksanaan lelang proyek dan penetapan pemenang lelang, membuat pelaksanaan pekerjaan di lapangan ikut terlambat.

Rata-rata proyek Perkim berupa gedung, asrama, dan penataan lingkungan, baru dilakukan pada bulan Agustus lalu. Ini artinya, pelaksanaan pekerjaan lapangannya, baru berjalan tiga bulan. Namun begitu, jumlah proyek fisik Dinas Perkim yang sudah selesai bulan ini mencapai 96 paket proyek. Dan yang akan selesai dua pekan ke depan sebanyak 89 paket lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin yang dimintai penjelasan terkait masih banyak proyek fisik yang belum selesai mengatakan, hal itu disebabkan pelaksanaan pekerjaan yang baru berjalan tiga bulan.

Menurut laporan dari TV Monitor P2K Setda Aceh, ada 105 paket proyek Disdik Aceh masuk rapor merah, karena realisasinya di bawah 75 persen. Jumlah itu, terus akan berkurang sejalan dengan terus meningkatnya realisasi fisik proyek pembangunan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan--salah satu dinas yang paling banyak proyek fisiknya selesai mencapai 106 paket–mengatakan, paket proyek fisik yang banyak selesai itu umumnya adalah pengadaan bibit dan pupuk untuk tanaman pangan dan perkebunan, rehab gedung pembibitan, pengadaan mobiler kantor, pengadaan mobil unit penyuluh, pengadaan alat mesin pengering, dan lainnya. Nilai anggarannya rata-rata di bawah Rp 1 miliar. Hal yang hampir serupa juga dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah. Ia mengatakan, paket proyek fisik pada Dinas Pendidikan Dayah banyak yang sudah selesai, karena program dan kegiatannya dalam bentuk dana hibah kepada dayah.

Pola pekerjaannya, kata Usamah, melalui swakelola oleh dayah penerima bantuan. “Yang sudah selesai bulan ini ada 99 paket dan akan selesai dua pekan ke depan 110 paket lagi,” kata dia.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved